Semarak HUT ke-81 RI di Kemenag Kepri, Zoztafia Ajak Generasi Muda dan ASN Kembali Hayati Nilai Perjuangan

Semarak Lomba Peringatan HUT ke-81 RI di Aula Kanwil Kemenag Kepri, Rabu (12/8/2026)
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Semangat kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan dengan memasang bendera dan menggelar perlombaan. Bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau, momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk kembali menanamkan rasa cinta tanah air, terutama kepada generasi muda dan aparatur sipil negara (ASN).
Pesan tersebut mengemuka saat Kanwil Kemenag Kepri resmi membuka Semarak Lomba Peringatan HUT ke-81 RI di Aula Kanwil Kemenag Kepri, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, ini tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan antarpeserta. Di balik setiap perlombaan, tersimpan pesan tentang pentingnya mengenal sejarah, menghargai perjuangan para pahlawan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Zoztafia, mengatakan semangat nasionalisme harus terus dirawat dan ditanamkan sejak dini. Menurutnya, generasi muda saat ini perlu kembali dikenalkan dengan simbol, sejarah, lagu perjuangan, serta nilai-nilai yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyoroti perubahan kebiasaan di kalangan anak-anak dan generasi muda yang dinilainya semakin jauh dari lagu-lagu kebangsaan dan perjuangan.
“Anak-anak kita jangan sampai tidak familiar dengan lagu-lagu kebangsaan yang tercipta pada masa perjuangan. Dulu semua hafal Pancasila, Proklamasi, dan UUD 1945. Rendahnya kesadaran dan kecintaan terhadap negeri ini memicu sikap apatis, tidak hanya di kalangan masyarakat umum, tetapi juga di kalangan birokrat dan pegawai,” tegas Zoztafia.
Menurutnya, mengenal dan mengingat kembali teks Proklamasi, Pembukaan UUD 1945, Pancasila hingga lagu-lagu perjuangan bukan sekadar kegiatan seremonial.
Hal-hal sederhana tersebut, kata dia, merupakan salah satu cara untuk mengenang sekaligus menghargai perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Ini hal sederhana yang bisa kita lakukan, namun yakinlah implikasinya tidak sederhana. Bukan soal menang atau kalah, tetapi soal meresapi makna tersirat di dalamnya agar kecintaan kita kepada NKRI tetap utuh,” ujarnya.
Zoztafia kemudian secara resmi membuka rangkaian Semarak Lomba HUT ke-81 RI tersebut. Ia berharap seluruh peserta tidak hanya berlomba untuk menjadi juara, tetapi juga membawa pulang semangat perjuangan dan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Fatimah Huriyah Zoztafia, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana menumbuhkan nasionalisme sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri.
Beragam perlombaan bernuansa kebangsaan disiapkan untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI.
Untuk pembacaan teks Pancasila, tercatat 9 peserta putra dan 8 peserta putri. Sementara pembacaan teks Proklamasi diikuti 10 peserta putra dan 11 peserta putri.
Kemudian, pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 diikuti sebanyak 13 peserta.
Suasana semakin semarak melalui lomba vokal grup lagu kebangsaan, yang diikuti 7 grup tingkat MTs/SMP, 4 grup tingkat MA/SMA, serta 7 grup dari kategori Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat ditanamkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Dari menghafal Pancasila, menghayati Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945, hingga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, seluruhnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang.
Kanwil Kemenag Kepri berharap momentum HUT ke-81 RI mampu menjadi ruang refleksi bersama bagi generasi muda maupun jajaran ASN untuk semakin memahami arti kemerdekaan.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali kebanggaan sebagai warga negara, memperkuat persatuan, serta menjaga semangat cinta tanah air agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diisi dengan semangat, pengabdian dan kecintaan kepada Indonesia.

