BINTANBREAKING NEWSPOLITIK

Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award, Diakui Terapkan Ekonomi Sirkular

Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam rangkaian Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting, Rabu malam (9/9/2026), di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara.

TANJUNGPINANG (Kepriraya.com) – Kabupaten Bintan kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Kepulauan Riau itu meraih Silver Award 1st IMT-GT Green City Award kategori Circular Economy and Resource Efficiency atau Ekonomi Sirkular dan Efisiensi Sumber Daya.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam rangkaian Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting, Rabu malam (9/9/2026), di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap wilayah, kabupaten/kota, maupun berbagai inisiatif yang dinilai berhasil menerapkan praktik terbaik dalam pembangunan kota hijau dan berkelanjutan di kawasan IMT-GT yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bintan, capaian tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas upaya pengelolaan lingkungan dan sumber daya, tetapi juga menjadi dorongan untuk memperkuat kebijakan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Roby Kurniawan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bintan. Namun, menurutnya, capaian itu sekaligus menjadi tantangan agar pengelolaan ekonomi sirkular dan efisiensi sumber daya terus ditingkatkan.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bintan, sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbuat. Ekonomi sirkular dan efisiensi sumber daya memerlukan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Roby usai menerima penghargaan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, M. Tito Karnavian.

Momentum itu sekaligus memperlihatkan bahwa isu pembangunan hijau kini menjadi bagian penting dalam kerja sama ekonomi kawasan. Praktik pengelolaan sumber daya yang efisien, pengurangan limbah, serta penerapan ekonomi sirkular menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah serta seluruh pihak yang mempersiapkan rangkaian kegiatan IMT-GT.

Tito menjelaskan, IMT-GT yang dibentuk pada 20 Juli 1993 di Langkawi, Malaysia, telah berkembang menjadi salah satu bentuk kerja sama ekonomi subregional penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, pariwisata hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Tito, kerja sama tersebut harus menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi sebuah platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Gala Dinner tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari tiga negara. Di antaranya Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd. Nasir, serta Vice Minister for Office of the Prime Minister Kingdom of Thailand H.E. Thanadit Raktabut.

Hadir pula Director General Southeast Asia Department of Asian Development Bank Nianshan Zhang, Deputy Secretary General of ASEAN (ASEC) Nararya S. Soeprapto, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi yang mewakili Menko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Chief Minister of Perlis sekaligus Head of CMGF Malaysia Abu Bakar bin Hamzah, serta Governor of Trang Province sekaligus Head of CMGF Thailand H.E. Thanadit Raktabut.

Penghargaan Silver Award tersebut menambah catatan prestasi Bintan dalam mendorong pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat posisi Bintan dalam jejaring kerja sama pembangunan hijau di kawasan Asia Tenggara. (r)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *