Poktan Barokah Kembangkan Padi, Jagung dan Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Bintan

, Ronny Kartika, yang menghadiri kegiatan penanaman cabai merah dan padi gogo di lahan milik Muklis, anggota Poktan Barokah, Selasa (27/10/2026). f-Ist
BINTAN (Kepriraya.com) – Kelompok Tani (Poktan) Barokah di Kangboi, Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, terus mengembangkan berbagai komoditas pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bintan.
Kelompok tani ini mengembangkan padi gogo, jagung pipil, dan cabai merah dengan memanfaatkan lahan pertanian serta dukungan sarana produksi dari pemerintah dan berbagai pihak.
Komitmen tersebut mendapat dukungan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, yang menghadiri kegiatan penanaman cabai merah dan padi gogo di lahan milik Muklis, anggota Poktan Barokah, Selasa (27/10/2026).
Ronny menegaskan, pengembangan sektor pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta dukungan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan petani.
“Ketahanan pangan harus kita bangun bersama dengan memanfaatkan potensi yang ada. Kami berharap kelompok tani terus meningkatkan produktivitas sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Saat ini, Poktan Barokah mengembangkan padi gogo di lahan seluas 0,5 hektare dengan target produksi lima ton. Panen komoditas tersebut diperkirakan berlangsung pada akhir Januari 2027.
Selain padi, kelompok tani ini menanam jagung pipil varietas Pendekar Sakti dari Syngenta di lahan seluas 0,5 hektare. Panen jagung dijadwalkan pada awal Februari 2027.
Sementara itu, pengembangan cabai merah dilakukan melalui screen house berukuran 10 x 50 meter dengan populasi sekitar 1.000 batang. Produksi cabai dari lahan tersebut ditargetkan mencapai satu ton pada akhir Februari 2027.
Adapun tanaman cabai varietas Akar dan cabai lokal Medan dengan populasi 2.500 batang telah menghasilkan 200 kilogram dari dua kali panen. Cabai hijau hasil budidaya tersebut dijual dengan harga mencapai Rp55.000 per kilogram.
Capaian ini menunjukkan potensi usaha pertanian hortikultura dalam memberikan nilai ekonomi bagi petani, sekaligus membuka peluang peningkatan produksi pangan lokal.
Untuk menunjang kegiatan usaha tani, Poktan Barokah telah menerima berbagai bantuan secara bertahap selama 2023–2026. Bantuan tersebut meliputi cultivator, sarana produksi sayuran, benih padi, pupuk, hingga handtraktor yang bersumber dari APBD Kabupaten Bintan, APBD Provinsi Kepulauan Riau, dan APBN.
Kelompok tani tersebut juga menerima satu paket screen house dari Bank Indonesia (BI) untuk mendukung pengembangan budidaya cabai.
Ronny berharap seluruh bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil pertanian dan keberlanjutan usaha tani.
“Dengan semangat petani, pemanfaatan teknologi, dan dukungan berbagai pihak, kita berharap sektor pertanian semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat Bintan,” tambahnya.
Pengembangan padi gogo, jagung pipil, dan cabai oleh Poktan Barokah diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan lokal. Optimalisasi lahan dan pemanfaatan bantuan pertanian juga diharapkan mampu mendorong produktivitas serta meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Bintan. (r)

