Versi Khusus BMKGBMKG: Kekeringan Bintan Masuk Pola Berulang, Tahun 2026 Mirip 1997 dan 2015

Suasan rapat koordinasi bersama OPD. Rabu, (25/3/2026)
BINTAN, (kepriraya.com)– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa kekeringan yang melanda Pulau Bintan pada tahun 2026 merupakan bagian dari pola berulang yang telah terjadi sejak puluhan tahun lalu.
Berdasarkan data historis BMKG, kekeringan meteorologis di Bintan tercatat terjadi pada tahun 1997, 2010, 2014, 2015, 2019, 2020, dan kembali terulang pada 2026. Bahkan, kondisi saat ini disebut memiliki kemiripan dengan kekeringan ekstrem pada 1997 dan 2015.
BMKG menjelaskan, secara geografis Bintan memang memasuki periode curah hujan rendah pada Februari hingga Maret. Curah hujan diperkirakan kembali normal pada April hingga Mei. Namun, minimnya hujan sejak awal tahun memperparah kondisi hingga berdampak pada penyusutan drastis volume waduk dan air tanah.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama terganggunya pasokan air bersih di berbagai wilayah. BMKG juga menegaskan bahwa dinamika atmosfer dan perubahan iklim turut memengaruhi tingkat keparahan kekeringan yang terjadi saat ini.
Dengan kondisi tersebut, diperlukan langkah antisipatif dan kolaborasi lintas sektor untuk meminimalisir dampak yang lebih luas, sembari terus memantau perkembangan cuaca ke depan. (Zuk)

