Workshop KBC Digelar, Ratusan Guru Madrasah di Bintan Antusias Ikuti Pelatihan

Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Provinsi Kepulauan Riau. bertempat di Aula Razali Jaya, Kampus STAIN SAR Kepulauan Riau, Ceruk Ijuk, Selasa (7/4/2026),
BINTAN, (kepriraya.com) – Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah di Kabupaten Bintan mengikuti workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Razali Jaya, Kampus STAIN SAR Kepulauan Riau, Ceruk Ijuk, Selasa (7/4/2026), dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Workshop dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Bintan, Dr. Gama F. Isnaeni, yang hadir mewakili Bupati Bintan.
Dalam sambutannya, Gama menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berfokus pada aspek kognitif semata, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih holistik.
“KBC ini tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan empati, akhlakul karimah, toleransi, serta rasa cinta pada peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan kurikulum ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan berakhlak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas guru madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
Workshop KBC ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berdaya saing. (BINTAN – Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah di Kabupaten Bintan mengikuti workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Provinsi Kepulauan Riau.Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Razali Jaya, Kampus STAIN SAR Kepulauan Riau, Ceruk Ijuk, Selasa (7/4/2026), dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta.Workshop dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Bintan, Dr. Gama F. Isnaeni, yang hadir mewakili Bupati Bintan.Dalam sambutannya, Gama menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berfokus pada aspek kognitif semata, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih holistik.“KBC ini tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan empati, akhlakul karimah, toleransi, serta rasa cinta pada peserta didik,” ujarnya.Menurutnya, penerapan kurikulum ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan berakhlak.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas guru madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.Workshop KBC ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berdaya saing. (*/Zuk)

