Kemenag Tanjungpinang Apresiasi Wisuda Tahfiz dan Pelepasan 104 Siswa MIN Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Erizal, menghadiri Tasyakuran Perpisahan dan Wisuda Tahfiz Juz 30 Siswa Kelas VI Angkatan XLV MIN Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Aula Khusairi Usman Poltekkes Tanjungpinang, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kasi Pendidikan Islam Zahid, kepala madrasah negeri dan swasta se-Kota Tanjungpinang, para Kepala KUA, pengawas madrasah, komite, guru, tenaga kependidikan, wali murid, serta peserta didik.
Pada tahun ini, MIN Tanjungpinang melepas 104 siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. Selain itu, sebanyak 23 siswa berhasil lulus Wisuda Tahfiz Juz 30 setelah mengikuti proses murojaah dan tasmi’ Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Erizal menyampaikan apresiasi atas capaian MIN Tanjungpinang yang dinilai berhasil membentuk generasi unggul, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan.
“Kami berharap ke depan semakin banyak siswa yang mengikuti wisuda tahfiz. Anak-anak madrasah harus mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Erizal juga mengaku bangga melihat berbagai penampilan siswa yang menunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri yang tinggi, mulai dari pidato Bahasa Inggris yang diselingi Bahasa Jepang hingga pembacaan Gurindam Dua Belas.
Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak dan keimanan peserta didik.
“Jika anak memiliki prestasi akademik yang tinggi tetapi tidak salat dan tidak menghormati orang tua, maka pendidikan kita belum berhasil. Sebaliknya, jika anak memiliki akhlak yang baik dan taat kepada orang tua, maka itu menjadi modal besar yang harus terus kita kembangkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembentukan karakter memerlukan sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan. Orang tua dan guru harus bersama-sama menanamkan nilai keteladanan, kejujuran, tanggung jawab, serta adab yang baik kepada anak sejak dini
.
“Anak-anak lahir dalam keadaan fitrah. Karena itu, orang tua dan guru harus berjalan bersama membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” katanya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pengumuman siswa berprestasi dan pemberian penghargaan Tahfiz Terbaik kepada Revano Anugrah Pratama. Acara berlangsung meriah dengan penampilan marawis, tari persembahan, puisi, pidato bahasa asing, serta pembacaan Gurindam Dua Belas. (Y)

