Pemda Karimun: Predikat WTP Bukan Sekadar Piagam, Tapi Jalan Masuk Bagi Investor
Advetotial

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, saat mendatangi Saat memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Pemerintah kabupaten Karimun.
KARIMUN, (kepriraya.com) – Laporan keuangan pemerintah daerah biasanya hanya disimpan di lemari arsip setelah mendapatkan persetujuan. Tapi di Kabupaten Karimun, dokumen itu punya arti jauh lebih besar. Saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Pemerintah Daerah tidak hanya merayakannya dengan acara seremonial. Mereka mengubah capaian itu menjadi modal utama untuk mengundang investasi.
Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menilai WTP bukan sekadar soal catatan keuangan yang rapi. Baginya, ini adalah bukti nyata akuntabilitas.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, saat menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
“Kami tidak ingin WTP hanya jadi pajangan di kantor. Kami ingin para investor melihat ini sebagai jaminan mutlak. Bahwa setiap rupiah di Karimun dikelola dengan teliti, transparan, dan bersih dari pungutan liar,” ujar Iskandarsyah dengan penuh optimis.
Di dunia usaha, kepercayaan adalah hal yang paling mahal. Ketika sebuah daerah terbukti jujur dan rapi dalam mengelola keuangan, para pengusaha tidak perlu lagi ragu untuk menanamkan modal. Predikat WTP menjadi tanda aman: berbisnis di Karimun berarti berurusan dengan birokrasi yang taat aturan dan pasti jalannya.
Cara pandang ini pun mengubah cara anggaran daerah digunakan. Dana pemerintah tidak lagi habis hanya untuk kebutuhan kantor. Kini, APBD Karimun difokuskan membangun infrastruktur yang memudahkan industri dan kelancaran pengiriman barang. Setiap rencana pembangunan pasti diukur dampaknya: apakah bisa meningkatkan daya saing daerah dan menarik perhatian dunia usaha di jalur strategis Selat Malaka?
Karena itu, Karimun tidak lagi hanya menawarkan letak wilayah yang strategis. Kini mereka menawarkan sesuatu yang lebih berharga: kepastian berusaha dan pelayanan pemerintah yang sigap serta berwibawa.

Foto bersama menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“WTP adalah gerbang kepercayaan. Sekarang kami buka lebar-lebar gerbang itu agar investasi masuk deras, membuka banyak lapangan kerja, dan mengubah ekonomi masyarakat Karimun menjadi lebih maju,” tegas Bupati.
Langkah ini membuktikan, dengan tata kelola keuangan yang baik, sebuah daerah bisa berubah. Karimun kini tidak lagi hanya menjadi penonton di jalur perdagangan dunia, tapi mulai tampil sebagai pemain utama yang menarik minat banyak pengusaha. (Ptr)

