BREAKING NEWSLINGGAPOLITIK

Bang Udin Pelor Ajak Warga Batam Bijak Bermedia Sosial Demi Jaga Kerukunan Kampung Tua

Pegiat Kampung Tua Batam, Bang Udin Pelor.

BATAM, (kepriraya.com) – Di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dibendung, pegiat Kampung Tua Batam, Bang Udin Pelor, kembali mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial guna menjaga persatuan dan kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan Kota Batam.


Menurutnya, setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan di media sosial memiliki dampak nyata terhadap kehidupan bermasyarakat. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.


“Sekali pencet tombol share berita hoaks, bisa memecah belah persaudaraan, hubungan bertetangga, bahkan kekeluargaan. Satu komentar kasar juga bisa melukai hati orang lain,” ujar Bang Udin Pelor di Batam, Kamis (4/6/2026).


Ia menegaskan bahwa Batam merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang berasal dari berbagai suku dan budaya, seperti Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa, Bugis, Flores, Buton, dan lainnya. Karena itu, keharmonisan yang telah terjaga selama puluhan tahun harus terus dirawat.


“Ini rumah kita bersama. Kalau ketentraman kampung terjaga, maka kehidupan masyarakat juga akan tetap harmonis,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Bang Udin membagikan tiga kunci bijak bermedia sosial yang menurutnya penting diterapkan masyarakat.


Pertama, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Masyarakat diminta memastikan sumber berita dapat dipertanggungjawabkan dan tidak langsung percaya pada informasi dari akun anonim atau sumber yang tidak jelas.


“Kalau informasinya masih meragukan, konfirmasi dulu kepada pihak terkait, RT, RW, tokoh masyarakat, atau sumber resmi sebelum menyebarkannya,” ujarnya.


Kedua, menjaga etika dalam berkomentar. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung pihak lain.


“Orang tua kita dulu mengingatkan bahwa mulutmu harimaumu. Di media sosial juga sama. Jangan sampai salah kata dan akhirnya menimbulkan masalah,” pesannya.


Ketiga, memanfaatkan media sosial sebagai sarana silaturahmi dan penyebaran hal-hal positif. Ia mendorong masyarakat untuk lebih banyak membagikan kegiatan gotong royong, pengajian, budaya, dan aktivitas positif lainnya yang dapat memperkuat hubungan sosial di lingkungan.


“Biar yang muncul di beranda media sosial adalah hal-hal baik yang membangun, bukan ujaran kebencian yang memicu perpecahan dan konflik di tengah masyarakat,” tegasnya.


Di akhir pesannya, Bang Udin berharap masyarakat dapat bersama-sama menciptakan hubungan yang harmonis antara penggunaan media sosial dan kehidupan sosial di lingkungan sekitar.


“Mari kita gunakan media sosial untuk kemajuan bersama. Simak dan dukung berbagai hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini kampung kita bersama, jadi sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaganya,” pungkasnya. (Jki)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *