Energi Jadi Kunci Daya Saing Batam, Randi Zulmariadi dan Pertamina Dorong Iklim Investasi Makin Kompetitif

Peran Energi dalam Mendorong Daya Saing Industri dan Investasi di Kota Batam” yang digelar di Kota Batam, Minggu (9/8/2026). f-Ist
BATAM, (kepriraya.com) — Di balik geliat industri dan derasnya investasi di Kota Batam, kebutuhan energi yang andal menjadi salah satu faktor penentu. Tanpa pasokan energi yang stabil, efisien, dan berkelanjutan, daya saing industri serta kepastian investasi akan sulit dipertahankan.
Persoalan strategis tersebut menjadi perhatian dalam sosialisasi bertema “Peran Energi dalam Mendorong Daya Saing Industri dan Investasi di Kota Batam” yang digelar di Kota Batam, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini diprakarsai Anggota DPR RI Randi Zulmariadi dengan dukungan dan sponsorship dari PT Pertamina (Persero). Sejumlah tokoh masyarakat dan pelaku usaha turut hadir dan membahas tantangan sekaligus peluang pengembangan sektor energi dalam menopang pertumbuhan ekonomi Batam.
Bagi Batam, isu energi bukan sekadar persoalan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sebagai salah satu kawasan industri, perdagangan dan investasi strategis di Indonesia, kebutuhan energi terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas industri, jasa, perdagangan dan pembangunan.
Karena itu, ketersediaan energi yang andal, kompetitif dan berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas industri sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
Anggota DPR RI Randi Zulmariadi mengatakan, pembangunan sektor energi harus ditempatkan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, penguatan infrastruktur dan pelayanan energi harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas industri serta penciptaan kepastian bagi dunia usaha dan investor.
“Energi memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan daya saing industri dan investasi. Karena itu, kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha harus menjadi perhatian bersama agar pertumbuhan ekonomi Batam dapat terus bergerak dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Randi.
Ia menilai, tantangan energi tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Diperlukan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan energi, dunia usaha, masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Randi, forum sosialisasi seperti ini memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan pelaku usaha terkait kebutuhan energi di lapangan.
“Masukan dari masyarakat dan dunia usaha sangat penting. Kita ingin kebijakan dan pengembangan sektor energi benar-benar mampu menjawab kebutuhan ekonomi yang terus berkembang,” katanya.
Energi Stabil, Industri Lebih Kompetitif
Para pelaku usaha yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya kepastian pasokan energi dalam menjalankan kegiatan bisnis.
Bagi industri, energi merupakan salah satu komponen yang berpengaruh langsung terhadap biaya operasional dan efisiensi produksi. Pasokan yang stabil akan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menyusun rencana usaha, meningkatkan kapasitas produksi maupun melakukan ekspansi investasi.
Sebaliknya, ketidakpastian pasokan dan biaya energi berpotensi menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan investasi.
Dalam konteks tersebut, penguatan sektor energi menjadi semakin penting bagi Batam yang terus berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu tujuan utama investasi di kawasan perdagangan dan industri Indonesia.
Dukungan PT Pertamina (Persero) dalam kegiatan sosialisasi tersebut turut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sektor energi bagi aktivitas ekonomi dan pembangunan.
Sinergi antara wakil rakyat, perusahaan energi dan pelaku usaha diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas mengenai kebutuhan energi sekaligus mendorong lahirnya solusi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Randi menegaskan, Batam memiliki modal besar untuk terus berkembang. Letaknya yang strategis, keberadaan kawasan industri, serta aktivitas perdagangan internasional menjadi kekuatan yang perlu ditopang dengan infrastruktur, termasuk sektor energi.
Dengan dukungan energi yang semakin kuat, Batam diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan investasi yang sudah ada, tetapi juga semakin menarik bagi investor baru.
Sosialisasi tersebut pun menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa energi bukan hanya kebutuhan, melainkan salah satu fondasi utama pertumbuhan industri, investasi dan ekonomi Batam.
Kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, DPR, perusahaan energi, dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan energi dapat terus mengikuti perkembangan Batam sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. (*/Zuk)

