Warga Sungai Kecil Bintan Resah, Kasus “Flu Singapura” Mulai Merebak

Penyakit yang umumnya menyerang anak-anak yang dikenal masyarakat sebagai Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD
BINTAN, (kepriraya.com)– Warga Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, mulai resah menyusul munculnya sejumlah kasus penyakit yang dikenal masyarakat sebagai Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD).
Penyakit yang umumnya menyerang anak-anak tersebut disebut kembali ditemukan di wilayah Sungai Kecil dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, kasus serupa juga sempat menyerang warga setempat, baik anak-anak maupun orang dewasa.
HFMD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kelompok enterovirus, termasuk Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 (EV71). Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, sariawan atau luka di dalam mulut, serta munculnya bintik merah atau lepuhan pada telapak tangan dan kaki.
Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri tenggorokan, penurunan nafsu makan, sariawan yang terasa nyeri pada lidah, gusi dan bagian dalam pipi, serta ruam atau lepuhan kecil pada tangan, kaki maupun area bokong.
Salah seorang warga Jalan Langsat, SM, mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama jika penyakit tersebut menyerang bayi dan balita.
Menurutnya, sebagian besar kasus HFMD dapat sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi penderita karena pada kasus tertentu penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi.
“Masyarakat tidak perlu panik menghadapi kejadian ini. Namun, jangan pula menganggapnya enteng. Terutama jika terjadi pada anak-anak dan balita atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” ujar SM saat ditemui di RSUD Kota Tanjungpinang, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, kondisi daya tahan tubuh menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang terserang penyakit. Anak-anak dengan penyakit penyerta, seperti gangguan paru-paru, jantung maupun kondisi kesehatan lainnya, perlu mendapatkan perhatian lebih apabila mengalami gejala HFMD.
“Kalau daya tahan tubuh menurun dan penderita memiliki penyakit penyerta, kondisi tersebut bisa memperberat penyakit yang sudah ada. Karena itu, apabila muncul gejala seperti demam disertai sariawan dan ruam atau lepuhan pada tangan dan kaki, sebaiknya segera diperiksa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Selain memperhatikan gejala, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. HFMD dapat menular melalui kontak dekat dengan penderita, droplet atau percikan cairan, serta kontak dengan benda atau permukaan yang telah terkontaminasi.
Orang tua juga diharapkan tidak membawa anak yang sedang mengalami gejala HFMD ke tempat-tempat ramai untuk sementara waktu guna mengurangi risiko penularan kepada anak lainnya.
Merebaknya kembali kasus yang disebut Flu Singapura di Sungai Kecil menjadi perhatian warga. Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama pada bayi dan balita.
Jika anak mengalami demam tinggi, sulit makan atau minum, tampak sangat lemas, mengalami kejang, sesak napas, atau kondisi semakin memburuk, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan. (Zuk)

