Sopir Truk Keluhkan Ketidakpastian Jadwal Roro Lingga, ASDP dan Dishub Diminta Beri Kepastian

Sejumlah masyarakat dan sopir truk saat menyampaikan aspirasinya. Rabu (16/6)
LINGGA, (Kepriraya.com) – Sejumlah masyarakat dan sopir truk penyeberangan lintas wilayah di Kabupaten Lingga menyampaikan protes terkait ketidakjelasan jadwal keberangkatan kapal roll on-roll off (Roro) yang melayani penyeberangan antardaerah.
Mereka menilai ketidakpastian jadwal kapal selama ini telah mengganggu mobilitas masyarakat sekaligus menimbulkan kerugian, terutama bagi para sopir truk dan pelaku usaha yang mengandalkan layanan penyeberangan untuk mengangkut barang.
Keluhan tersebut ditujukan kepada pihak ASDP serta Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar segera memberikan penjelasan dan solusi atas persoalan yang terjadi.
Menurut para pengguna jasa, jadwal keberangkatan yang diumumkan kerap mengalami perubahan secara tiba-tiba. Tidak jarang kapal mengalami keterlambatan hingga berjam-jam tanpa disertai informasi yang jelas mengenai penyebab maupun kepastian waktu keberangkatan.
Bahkan, dalam kondisi tertentu keberangkatan kapal disebut dapat batal tanpa pemberitahuan sebelumnya. Situasi ini membuat sopir truk maupun masyarakat harus menunggu dalam waktu yang tidak pasti.
“Kami sangat merasakan ketidaknyamanan dan mengalami kerugian akibat ketidakpastian jadwal dan jam keberangkatan kapal,” demikian keluhan yang disampaikan perwakilan masyarakat dan sopir truk.
Mereka menegaskan, persoalan tersebut tidak sekadar menyangkut waktu perjalanan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi sopir truk dan pelaku usaha pengiriman barang, keterlambatan keberangkatan dapat membuat jadwal pengantaran terganggu. Sementara bagi masyarakat umum, ketidakpastian jadwal menyulitkan mereka menyusun rencana perjalanan, terutama karena transportasi laut menjadi salah satu sarana utama penghubung antarwilayah di daerah kepulauan.
Karena itu, masyarakat meminta ASDP dan Dinas Perhubungan memberikan penjelasan resmi dan transparan mengenai penyebab seringnya terjadi keterlambatan, pembatalan, maupun perubahan jadwal keberangkatan kapal Roro.
Mereka juga meminta adanya jadwal keberangkatan yang lebih pasti dan konsisten sehingga pengguna jasa dapat mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Selain itu, setiap perubahan jadwal maupun kendala teknis diharapkan segera disampaikan kepada masyarakat melalui saluran informasi yang mudah diakses.
“Penyeberangan adalah urat nadi kehidupan kami, para sopir truk dan masyarakat kepulauan. Kepastian jadwal adalah hak kami dan penjelasan yang transparan adalah kewajiban pihak pengelola,” tegas mereka.
Masyarakat berharap keluhan tersebut tidak diabaikan dan segera mendapat respons dari pihak terkait. Mereka meminta bukan hanya penjelasan, tetapi juga solusi nyata untuk memperbaiki pelayanan penyeberangan.
“Jangan biarkan ketidakpastian ini terus merugikan dan menyusahkan kami dan masyarakat Lingga. Pelayanan yang baik adalah wujud tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
(jki)

