BATAMBREAKING NEWS

Rakor PBNN 2026, Riza Fahlevi Beberkan Rahasia Jadi Admin Media Sosial Andal

Kegiatan Penguatan Peran PBNN Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Batam, Kamis (17/9/2026). f-Ist

BATAM, (Kepriraya.com) – Menjadi admin media sosial pemerintah bukan sekadar rajin mengunggah foto dan membuat caption. Ada strategi, pemahaman algoritma hingga kemampuan membaca respons audiens yang harus dikuasai agar sebuah akun mampu membangun interaksi dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan M Riza Fahlevi saat menjadi pembicara dalam kegiatan Penguatan Peran PBNN Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Batam, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 200 admin dan penanggung jawab PBNN di lingkungan Pemko Batam.

PBNN atau Pemerintah Kota Batam News Network merupakan jejaring komunikasi publik pemerintah yang menaungi media sosial organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam.

Dalam paparannya, Riza mengupas sejumlah hal yang perlu diperhatikan admin media sosial agar mampu mengelola akun secara profesional dan efektif.

Ia mengawali materi dengan menjelaskan algoritma media sosial menggunakan bahasa sederhana. Menurutnya, pemahaman terhadap algoritma menjadi salah satu bekal penting sebelum seorang admin mengelola sebuah akun.

“Yang memahami algoritma, maka akan berjaya,” ujar Riza.

Bukan Sekadar Posting

Menurut Riza, admin media sosial memiliki tanggung jawab lebih luas daripada sekadar membuat dan mengunggah konten.

Admin harus mampu menyusun materi berupa teks, foto maupun video pendek secara rutin, sekaligus menjadwalkan publikasi agar komunikasi dengan audiens tetap terjaga.

Selain itu, interaksi dengan audiens juga menjadi bagian penting dari pekerjaan admin. Komentar, pesan langsung atau direct message (DM), hingga pertanyaan dan keluhan masyarakat harus mendapat perhatian dan respons.

“Admin media sosial juga harus mengikuti tren. Seperti memantau tren terbaru dan algoritma platform agar jangkauan konten optimal,” terangnya.

Kemampuan membaca data juga tidak kalah penting. Admin perlu memahami metrik dasar seperti jangkauan atau reach, impresi hingga tingkat interaksi atau engagement untuk mengetahui performa konten yang telah dipublikasikan.

Riza bahkan menggambarkan pekerjaan admin media sosial sebagai pekerjaan yang menuntut konsistensi tinggi.

“Semua alur ini harus dilakukan 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, dan 365 hari dalam setahun. Artinya tak boleh libur. Kalau tidak, akan ketinggalan!” tegasnya.

Bukan Sekadar Banyak Like

Riza mengatakan jumlah like dan pengikut atau follower memang tetap memiliki arti. Namun, menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah media sosial tidak berhenti pada banyaknya angka tersebut.

Yang lebih penting adalah bagaimana admin mampu menciptakan komunikasi dua arah dan menghidupkan interaksi dengan audiens.

“Bukan berarti banyak like dan follower tak penting, tapi media sosial yang bagus bukan adalah yang ramai oleh interaksi. Itulah tantangan sebagai admin. Harus mampu menghidupkan interaksi,” jelasnya.

Untuk membantu admin bekerja lebih terarah, Riza memperkenalkan protokol yang disebut “BAR”, yakni Baca, Analisa dan Respon.

Menurutnya, tiga tahapan tersebut menjadi kunci dalam mengelola komunikasi di media sosial. Admin tidak cukup hanya membaca informasi, tetapi harus mampu menganalisis konteks sebelum memberikan respons yang tepat.

“Protokol ini wajib dikuasai dan dijalankan oleh admin media sosial. Semakin dikuasai, akan semakin andal,” tegasnya. (ski)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *