Rumkital dr. Midiyato Suratani Adakan Pelatihan Semua Bisa Menjadi Master of Ceremony

TANJUNGPINANG (Kepriraya.com) – Berdinas di lingkungan kesehatan militer tidak terlepas dari banyaknya kegiatan seremonial,

Para insan medis di lingkungan Rumkital dr. Midiyato Suratani, selain dituntut untuk bisa menguasai bidang profesinya, juga dituntut untuk dapat mengembangkan potensi lain dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia,.

Hal dimaksud seperti dalam mensukseskan berbagai perhelatan kegiatan yang membutuhkan tenaga ahli dan profesional dalam bidang per-MC-an atau Master of Ceremony.

Mengingat sepintas lalu tugas membawakan acara atau MC ini terlihat mudah, kelihatannya hanya sekedar mengumumkan dan menyampaikan acara, namun kenyataannya tidak semua orang bisa dan apabila ditinjau secara mendalam, tugas pembawa acara tidak hanya sebatas menyampaikan, namun mempunyai fungsi yang tidak kalah penting diantaranya yaitu,.

Berusaha menarik perhatian hadirin untuk tetap fokus mengikuti kegiatan/acara, mengatasi kendala yang dapat mengganggu kelancaran acara dan membantu kelemahan/kealpaan panitia penyelenggara acara.

Untuk dapat memberikan pembekalan tersebut, selama dua hari berturut-turut dari hari Senin tanggal 11 sampai dengan hari ini Selasa (12/07/2022).

Kepala Rumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang, Kolonel Laut (K) dr. Edwin M Kamil, Sp.B melalui Kabag Bangdiklat Letkol Laut (K) drg. Slamet Sutomo, Sp.Ort memberikan kesempatan pelatihan tentang Master of Ceremony (MC) kepada personil Rumkital setempat dalam tajuk “Semua Bisa Jadi MC” dengan Narasumber, Peltu Rum/W Farida Haryati, AMK.

Dalam kesempatan tersebut, dihadapan penyelenggara dan seluruh peserta yang hadir, Narasumber menyampaikan, semua orang punya potensi untuk menjadi pewara, akan tetapi tidak setiap orang bisa menjadi MC profesional, untuk itu bagi personil yang ditunjuk melaksanakan kegiatan ini untuk dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya untuk dapat memperkaya skill dan mengembangkan bakat untuk menjadi seorang MC yang bertalenta.

Lebih lanjut, Narasumber menyampaikan dan menekankan, keberadaan seorang pembawa acara atau MC bukan hanya sekedar pelengkap atau pemanis dalam sebuah perhelatan acara, akan tetapi memiliki kedudukan penting sebagai filter terakhir dari sebentuk penyelenggaraan acara, oleh sebab itu, seorang pembaca acara (MC) tidak boleh asal jadi dan sok penting, karena keberadaannya amat tergantung kepada apresiasi hadirin.

Dari hasil pengamatan awak media, dalam pelatihan MC ini, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan materi, mulai dari pengenalan tentang makna dan arti MC, syarat-syarat menjadi MC yang baik, keperluan dan kebutuhan akan pentingnya MC, teknik vokal dan intonasi suara seorang MC, sampai dengan prakteknya bagaimana bisa memandu acara dengan sebaik-baiknya.

Sesuai dengan bentuknya, dari acara formal, informal sampai dengan semi formal, sehingga dari masing-masing bentuk acara tersebut dapat disesuaikan, baik mengenai pakaian perilaku/sikap, bahasa, ataupun pembentukan suasana, dengan harapan suasana dalam acara tersebut bisa berlangsung secara tertib, meriah, khidmat, dan aman.

Narasumber pun memberikan tips bagaimana cara mengatasi berbagai problem diantaranya, sulit berbicara, menghilangkan rasa takut/malu, demam panggung, kecemasan, kurang percaya diri, takut salah maupun kurang memahami teori. Untuk menjadi MC yang baik, Narasumber pun berpesan dan menekankan, agar pembawa acara memiliki daya ingat yang kuat, banyak memiliki perbendaharaan kata dan berwawasan luas.

Karena dengan modal itu seorang pembawa acara akan bisa menguasai dan membuat suasana perhelatan/acara menjadi terkendali sesuai dengan bentuknya. Menekankan untuk bisa mengolah teknik vokal, karena menjadi faktor yang penting, mengingat dengan adanya suara yang enak didengar akan berpengaruh terhadap pendengarnya.

Sebagai langkah lanjut untuk mengukur seberapa jauh tingkat kemampuan dan keterampilan dalam pembekalan MC ini dipahami dengan baik oleh seluruh peserta, dalam kesempatan tersebut, penyelenggara dan narasumber memberikan kesempatan bagi masing-masing peserta untuk tampil kedepan mempraktekkan membaca acara.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi oleh awak media, terkait dengan adanya kegiatan tersebut, Karumkital dr. Midiyato Suratani Kolonel Laut (K) dr. Edwin M Kamil, Sp.B menjelaskan, pada dasarnya diadakannya pelatihan ini bukan hanya sekedar bertujuan untuk melatih personilnya berkemampuan untuk bisa menjadi MC (Master of Ceremony), namun lebih dari itu juga bertujuan untuk melatih cara berbicara dan menyampaikan pendapat yang baik dan benar didepan forum atau didepan umum, karena ini merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang merupakan kunci sukses bagi setiap orang.

Membekali peserta dengan berbagai teknik dalam public speaking, sehingga peserta memiliki kemampuan tidak hanya dalam forum resmi, namun juga informal.

Diakhir penjelasannya, Karumkital dr. Midiyato Suratani memberikan tips bagaimana untuk meningkatkan kemampuan public speaking sesuai yang disampaikan oleh Narasumber yaitu, berpikir positif dan percaya diri, perhatikan penampilan dan bahasa tubuh, berinteraksi dengan peserta, make it simple and practice.

Selama kegiatan berlangsung, acara pelatihan terlaksana dengan tertib, lancar dan aman, diakhiri dengan foto bersama (Asf)

(MJA/Dispen RSAL dr. MDTS).

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *