Uji Kompetensi Mubaligh dan Mubaligah Digelar Tiga Hari, Wujud Penguatan Manajemen Dakwah di Tanjungpinang

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, dalam sambutannya, Jum’at (12/12) F – Ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com — Sebanyak 290 peserta yang terdiri dari 285 mubaligh dan 5 mubaligah mengikuti Uji Kompetensi Mubaligh dan Mubaligah tingkat Kota Tanjungpinang dalam rangka persiapan Ramadan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bintan Plaza ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat (12/12) hingga Ahad (14/12) 2025.
Total pendaftar mencapai 388 orang, namun hingga hari pelaksanaan data peserta yang dinyatakan lengkap berjumlah 290 orang. Antusiasme ini mencerminkan besarnya perhatian para pendakwah terhadap peningkatan kualitas dakwah di Kota Gurindam.
Ketua Forum Komunikasi Mubaligh (FKM) Kota Tanjungpinang, Hariyun Sagita, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan para mubaligh yang memiliki karakter sejuk, seperti pohon rindang yang memberi kenyamanan bagi umat.
“Para mubaligh jangan khawatir. Uji kompetensi ini bukan untuk memberatkan, tetapi untuk mengukur kemampuan dan memberikan pendampingan agar dakwah yang disampaikan semakin berkualitas,” ujarnya.
Sebanyak 25 orang penguji terlibat dalam kegiatan ini, dengan materi meliputi uji khutbah Jumat, kultum, kemampuan membaca kitab kuning, wawasan kebangsaan, serta aspek kompetensi dakwah lainnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, dalam amanatnya menegaskan bahwa seorang mubaligh harus memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam menyampaikan dakwah. Ia menekankan pentingnya menghadirkan pesan yang memberi kenyamanan dan kesejukan bagi para jemaah.
“Dakwah bukan hanya soal menyampaikan ilmu, tetapi juga memberikan ketentraman. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, BAZNAS Kota, BAZNAS Kepri, serta seluruh tim penguji yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Erizal.
Ia juga menambahkan bahwa uji kompetensi ini merupakan bagian dari dukungan Kemenag terhadap program Pemko Tanjungpinang dalam upaya berbenah, terutama terkait peningkatan kualitas kehidupan beragama.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi rumah ibadah di Tanjungpinang yang masih kurang ramai oleh jemaah.
“Banyak rumah ibadah yang sudah megah, tetapi jemaahnya sedikit. Melalui kegiatan ini, manajemen dakwah harus menjadi lebih baik, agar pesan moral yang disampaikan semakin memberi kesejukan,” jelas Lis.
Ia berharap para mubaligh dapat lebih kreatif dan variatif dalam pengembangan materi khutbah. “Setiap Jumat, judul khutbah semestinya berbeda. Ilmu yang kita miliki tidak berarti jika tidak memberi kesan baik kepada orang lain,” tambahnya.
Lis juga menekankan pentingnya keteladanan. “Untuk apa kita tampak baik di mata orang lain jika pada diri kita sendiri tidak? Saya tidak bisa melakukan banyak hal di Tanjungpinang tanpa dukungan para mubaligh dan mubaligah.”
Di akhir sambutannya, Lis berharap dakwah para mubaligh mampu mengajak anak-anak muda kembali memakmurkan masjid sehingga lahir generasi emas 2045. Ia pun mengimbau seluruh peserta menjaga pikiran positif dalam mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan Uji Kompetensi Mubaligh dan Mubaligah ini turut dihadiri Kapolres Tanjungpinang, Ketua BAZNAS Kota Tanjungpinang, serta sejumlah perwakilan OPD. Kehadiran berbagai pihak menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dakwah dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. (yn)

