BATAMBREAKING NEWSHUKRIMPOLITIK

Krisis Air Bersih di Tanjung Sengkuang.Ratusan Warga Geruduk Kantor BP Batam

Kepala BP Batam Amsakar Achmad didampingi wakilnya Li Claudia Chandra saat nenemui peserta aksi demonstran dari Tanjung Sengkuang di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026) F- Afr

BATAM, (Kepriraya.com) – Ratusan warga dari Tanjung Sengkung, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor BP Batam, Kamis (22/01/2026) siang.

Aksi demonstrasi tersebut dipicu belum terealisasinya kebutuhan air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang yang dijanjikan BP Batam sampai saat ini.

Rusan warga tiba sekitar pukul 12.30 WIB di depan gerbang BP Batam yang telah ditutup dan dijaga personel kepolisian serta Ditpam.

Tidak lama berselang, Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia Chandra keluar dari gedung dan menemui peserta aksi.

Kemudian Amsakar yang berdiri di atas kap mesin bagian depan mobil polisi yang dilengkapi pengeras suara bersama Li Claudia di balik gerbang BP Batam, meminta perwakilan aksi untuk menyampaikan poin tuntutan.

Salah seorang perserta aksi, Syamsuddin pun membacakan tiga tuntutan warga (Tritura) Tanjung Sengkuang

Tiga tuntutan warga yakni, segera alirkan air bersih, keadilan dalam distribusi air, dan permintaan mundur dari jabatan bila tidak melaksanakan dua tuntutan warga.

Sebelum giliran Amsakar merespons tuntutan warga, massa aksi sempat berang ketika gestur Li Claudia menunjuk – nunjuk ke arah pendemo.

“Woi jangan nunjuk-nunjuk,” demikian suara teriakan dari barisan peserta demo.

Kemudian suasana kembali tenang, dan Amsakar menyampaikan tanggapannya.

“Pertama, soal pelayanan air bersih tidak ada perbedaan kita sama dengan lain warga sini,” katanya, lalu dibalas sorakan protes dari warga.

Namun, lanjut Amsakar, masih ada 18 stressed-area termasuk Tanjung Sengkuang, yang aliran air perpipaannya belum terdistribusi secara normal.

Amsakar memastikan sudah ada pengerahan armada truk air sebagai solusi sementara, meski memang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan warga Tanjung Sengkuang.

“Yang kedua kalau persoalan mundur, jangankan dari warga di hadapan OPD kalau dari 15 yang kami janjikan tidak selesai, tidak perlu saya meneruskan jabatan,” tegasnya.

Amsakar mengungkapkan, tender proyek untuk peningkatan infrastruktur air perpipaan ke Tanjung Sengkuang baru bisa dilaksanakn pada Februari 2026.

Tampak hadir juga Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono dan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.(afr)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *