STAIN SAR Kepri Gelar Kenduri Budaya, Lestarikan Tradisi Melayu di Kampus

Susana Kenduri Budaya di Labor Khazanah Melayu, Kampus Ceruk Ijuk, Bintan, Sabtu (25/4/2026) f-Ist
BINTAN, (kepriraya.com)– STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Kenduri Budaya di Labor Khazanah Melayu, Kampus Ceruk Ijuk, Bintan, Sabtu (25/4/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan nuansa adat Melayu.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya merawat serta mewariskan nilai-nilai luhur budaya Melayu di lingkungan pendidikan. Rangkaian kenduri diawali dengan mukadimah jejak sejarah Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II, yang mengingatkan kembali peran besar tokoh tersebut dalam sejarah dan perkembangan peradaban Melayu di Kepulauan Riau.
Suasana semakin khidmat dengan prosesi adat tepuk tepung tawar, sebagai simbol doa, restu, dan penghormatan kepada tamu kehormatan yang hadir. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya Melayu yang sarat makna, mencerminkan nilai persaudaraan, penghormatan, serta kebersamaan.
Momentum kenduri juga dirangkaikan dengan penganugerahan warkah kehormatan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam penguatan nilai keagamaan dan kebudayaan.
Sebagai penutup, seluruh tamu dan undangan menikmati makan berhidang, tradisi jamuan khas Melayu yang merefleksikan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan silaturahmi.
Kenduri Budaya ini berlangsung khidmat dan penuh makna, sekaligus menegaskan komitmen STAIN SAR Kepri dalam menjaga identitas budaya Melayu sebagai bagian penting dari dunia akademik dan kehidupan sosial masyarakat. (Dir)

