BNI Perkuat Literasi Keuangan, Sosialisasi Inisiatif Randi Zulmariadi Disambut Antusias

Foto bersama usai sosialisasi produk perbankan yang diprakarsai Randi Zulmariadi, Jumat (24/4/2026), f-Ist
BATAM, (kepriraya.com)– Upaya mendorong literasi keuangan di tengah masyarakat terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi produk perbankan yang diprakarsai Randi Zulmariadi, Jumat (24/4/2026), yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan ibu-ibu pelaku UMKM dan guru.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para peserta tampak aktif mengikuti pemaparan hingga sesi tanya jawab, menunjukkan tingginya minat terhadap pemahaman layanan keuangan modern.
Dalam sambutannya yang diwakili staf, Randi Zulmariadi menegaskan pentingnya literasi keuangan di era perkembangan industri perbankan yang kian pesat. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat memanfaatkan produk keuangan secara bijak dan optimal.
“Kegiatan ini menjadi ruang edukasi agar masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu menggunakan layanan perbankan secara tepat guna,” ujarnya.
Sosialisasi ini mendapat dukungan penuh dari Bank BNI yang menghadirkan narasumber utama, Adi Trainiarto Nugroho. Dalam paparannya, Adi menjelaskan peran strategis BNI dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Batam, melalui pembiayaan sektor usaha dan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga memperkenalkan sejumlah produk unggulan BNI, di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mempermudah akses permodalan UMKM, layanan digital Mobile Banking Wondr yang menawarkan kemudahan transaksi secara praktis dan aman, serta KPR Griya BNI sebagai solusi pembiayaan kepemilikan rumah dengan skema kompetitif.
Menurut Adi, pemanfaatan produk keuangan yang tepat dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat layanan perbankan, sekaligus mampu mengelola keuangan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sinergi antara inisiatif lokal dan sektor perbankan pun diharapkan terus terjalin, guna memperluas inklusi keuangan serta memperkuat fondasi ekonomi daerah. (*)

