BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Santri Pondok Al Ihsan Bintan Berbagi Takjil di Ganet dan Tanjunguban

Tampak para santri Pondok Al Ihsan Kabupaten Bintan berbagi takjil di bulan suci Ramadhan, Selasa (3 Maret 2026),

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan para santri Pondok Al Ihsan Kabupaten Bintan. Pada Selasa (3 Maret 2026), puluhan santri turun langsung ke jalan membagikan paket takjil kepada masyarakat di kawasan Ganet, Kota Tanjungpinang.

Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari agenda rutin pondok pesantren setiap bulan Ramadan. Sehari sebelumnya, para santri juga menggelar aksi serupa di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, dengan membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan warga sekitar menjelang waktu berbuka puasa.

Pimpinan Pondok Al Ihsan, Ustad Zulkifli, mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi para santri.

“Kami sekaligus mengajak santri ikut serta berbagi kepada masyarakat. Ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap Ramadan,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum terbaik untuk menanamkan nilai kepedulian sosial, empati, dan kebersamaan kepada para santri. Dengan turun langsung ke lapangan, para santri tidak hanya belajar teori tentang keutamaan sedekah, tetapi juga mempraktikkannya secara nyata.

Di Ganet, ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga warga sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka. Masyarakat pun menyambut hangat kegiatan tersebut. Beberapa pengendara terlihat mengapresiasi aksi para santri yang dengan tertib dan ramah membagikan makanan pembuka puasa.

Tak hanya aktif dalam kegiatan sosial, selama bulan Ramadan para santri Pondok Al Ihsan juga mengambil peran di sejumlah masjid di wilayah Bintan. Mereka dipercaya menjadi penceramah untuk mengisi kultum dan ceramah tarawih, sekaligus menjadi imam salat tarawih.

Ustad Zulkifli menjelaskan, keterlibatan santri di tengah masyarakat merupakan bagian dari penerapan ilmu yang telah mereka pelajari di pondok.

“Santri kami belajar ilmu agama bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk diamalkan dan disampaikan kepada masyarakat. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk itu,” jelasnya.

Menurutnya, pengalaman berdakwah secara langsung akan membentuk kepercayaan diri sekaligus tanggung jawab moral para santri. Mereka belajar menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang mudah dipahami, sekaligus menjaga akhlak di tengah masyarakat.

Kegiatan berbagi takjil dan pengabdian sebagai imam serta penceramah ini diharapkan terus mempererat hubungan antara pondok pesantren dan masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kehadiran santri di ruang-ruang publik menjadi wujud nyata kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam membangun nilai spiritual dan sosial.

Dengan semangat berbagi dan mengamalkan ilmu, para santri Pondok Al Ihsan membuktikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kepedulian dan pelayanan kepada sesama. (Rb)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *