Wagub Kepri Lantik KPPI 2026–2031, Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Daerah

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kepri periode 2026–2031 di Ballroom Harris Hotel Batam Center, Kamis (30/4/2026). F-ist
BATAM, (kepriraya.com)– Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri pelantikan pengurus DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kepri periode 2026–2031 di Ballroom Harris Hotel Batam Center, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Nyanyang menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 yang telah menembus angka 80,35 dan masuk kategori sangat tinggi. Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi besar perempuan, terutama peran ibu dalam pendidikan anak dan ketahanan keluarga.
“Perempuan punya peran strategis dalam pembangunan, mulai dari keluarga hingga organisasi. Ini kekuatan besar yang harus terus didorong,” ujarnya.
Ia mengingatkan, pelantikan KPPI bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kontribusi nyata bagi masyarakat. KPPI diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan program yang berdampak langsung, khususnya dalam pemberdayaan perempuan di daerah.
“KPPI harus berkelanjutan dan aktif memberi masukan bagi pembangunan di kabupaten dan kota,” tegasnya.
Nyanyang juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga ekonomi.
Menurutnya, indikator IPM tidak hanya berbicara soal pendidikan dan kesehatan, tetapi juga kesejahteraan melalui kesempatan kerja dan pendapatan.
Pemprov Kepri, lanjutnya, saat ini terus mendorong investasi sebagai langkah membuka lapangan kerja. Ia berharap masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan peluang tersebut.
“Jangan hanya jadi penonton. SDM Kepri harus mampu mengambil peran dalam arus investasi yang terus berkembang,” katanya.
Selain itu, ia memaparkan sejumlah capaian daerah, seperti penurunan angka pengangguran, pengangguran ekstrem, serta keberhasilan penanganan stunting yang masuk kategori terbaik di tingkat nasional dan Sumatera. Kepri juga dinilai sebagai salah satu daerah tujuan investasi unggulan, dengan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang sebagai pusat pertumbuhan.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat peran perempuan melalui pelatihan, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan ruang partisipasi publik.
“Kita ingin perempuan tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek pembangunan yang menentukan arah kemajuan daerah,” tegas Nyanyang.
Ia pun berharap KPPI menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kesetaraan gender, pendidikan politik, serta penguatan ekonomi perempuan.
Pengurus DPD KPPI Kepri periode 2026–2031 dipimpin oleh Mesrawati Tampubolon sebagai ketua, didampingi Ririn Warsiti sebagai sekretaris dan Syafniar sebagai bendahara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty, jajaran pengurus pusat KPPI, para pimpinan partai politik di Kepri, serta tamu undangan lainnya. (*)

