Penyengat Heritage 2026 Siap Digelar, Perpaduan Budaya Melayu, Wisata, dan Nobar Piala Dunia di Pulau Penyengat

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Pulau Penyengat kembali menjadi panggung utama pelestarian budaya Melayu melalui gelaran Penyengat Heritage 2026 yang akan berlangsung pada 19 hingga 21 Juni 2026.
Mengusung tema Regenerative Lifestyle Tourism, event ini menghadirkan perpaduan budaya, pariwisata, olahraga, ekonomi kreatif, hingga aksi pelestarian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan yang meriah.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dan wisatawan akan disuguhkan berbagai atraksi khas Melayu yang menjadi identitas Kepulauan Riau. Mulai dari Festival Jong, Festival Gasing, Festival Tari Melayu, pertunjukan Staman Malay Akustik, hingga bazar kuliner dan produk UMKM dalam Penyengat Fair.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati wisata sejarah dengan mengunjungi Museum dan Monumen Bahasa Nasional, serta menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang dipusatkan di kawasan Balai Adat Pulau Penyengat.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan aksi penanaman mangrove, yang menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Rangkaian acara dimulai pada 19 Juni dengan babak penyisihan Festival Jong dan Festival Gasing, dilanjutkan persiapan serta gladi Festival Tari. Sementara puncak kegiatan berlangsung pada 20 dan 21 Juni yang diisi dengan final berbagai perlombaan, pembukaan resmi Penyengat Heritage 2026, penanaman mangrove, peninjauan destinasi unggulan Pulau Penyengat, hingga penyerahan hadiah bagi para pemenang.
Yang menarik, tahun ini Penyengat Heritage juga menghadirkan agenda Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026 bekerja sama dengan TVRI. Masyarakat dapat menikmati pertandingan Belanda versus Swedia pada 20 Juni pukul 23.00 WIB dan laga Jerman versus Pantai Gading pada 21 Juni pukul 02.00 WIB dalam suasana kebersamaan di Pulau Penyengat.
Kehadiran nobar Piala Dunia menjadi daya tarik tersendiri yang melengkapi kemeriahan festival, sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung.
Dengan menggabungkan unsur budaya, sejarah, lingkungan, kuliner, ekonomi kreatif, dan olahraga, Penyengat Heritage 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kepulauan Riau yang kaya akan nilai sejarah dan warisan budaya Melayu.
Ajang ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan pesona Pulau Penyengat kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara, sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM lokal agar tumbuh lebih berkelanjutan. (Ky)

