Bupati Roby Dampingi Proyek Perubahan BISA di PKN II Kemendagri, Dorong Layanan Digital Bintan Makin Terintegrasi

Bupati Bintan Roby Kurniawan menjadi mentor dalam Seminar Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026. (2/7/2026) f-Ist
JAKARTA – Bupati Bintan Roby Kurniawan menjadi mentor dalam Seminar Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026. Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bintan, Didi Kurniadi, mempresentasikan inovasi Bintan Satu Akses (BISA) sebagai proyek perubahan untuk memperkuat transformasi layanan digital di Kabupaten Bintan.
Seminar yang berlangsung di Gedung F Lantai 2 dan 3 BPSDM Kemendagri, Jakarta, Selasa (30/6/2026), menjadi ajang bagi para pejabat peserta PKN II memaparkan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Sebagai mentor, Bupati Roby memberikan apresiasi atas gagasan yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.
“Apresiasi untuk Kadis Kominfo sebagai peserta PKN II atas kerja keras dan semangat luar biasa yang melahirkan gagasan-gagasan inovatif. Semoga proyek perubahan yang dibawa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah dalam mewujudkan visi Bintan Juara,” ujar Roby.
Melalui proyek Bintan Satu Akses (BISA), Didi Kurniadi menawarkan konsep baru dalam pengelolaan layanan digital Pemerintah Kabupaten Bintan. BISA tidak sekadar menjadi aplikasi baru, tetapi menjadi sistem yang mengintegrasikan berbagai layanan digital pemerintah yang selama ini berjalan terpisah ke dalam satu ekosistem yang lebih sederhana, aman, terstandar, mudah dipantau, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Didi, inovasi tersebut juga diperkuat dengan pengembangan berbagai teknologi pendukung berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti BOLEH, serta sistem pemantauan dan keamanan digital melalui PANTAW dan SERGAP.
“Melalui ekosistem ini, BISA tidak hanya menjadi portal integrasi layanan, tetapi juga fondasi layanan digital daerah yang lebih cerdas, adaptif, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Didi.
Proyek perubahan BISA diharapkan menjadi salah satu langkah strategis .Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mempercepat transformasi digital, meningkatkan efektivitas birokrasi, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern, efisien, dan mudah diakses masyarakat. (Zky)

