Lingga Bidik Pariwisata Berbasis Digital, BI Kepri dan ISEI Dorong Ekosistem Berkelanjutan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Riau bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam melalui Focus Group Discussion (FGD) Pendalaman Asesmen Pengembangan Pariwisata Kabupaten Lingga, Selasa (11/8/2026). f-Ist
LINGGA, (kepriraya.com) – Kabupaten Lingga terus memperkuat strategi pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Upaya tersebut mendapat dorongan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Riau bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam melalui Focus Group Discussion (FGD) Pendalaman Asesmen Pengembangan Pariwisata Kabupaten Lingga, Selasa (11/8/2026).
FGD yang berlangsung di ruang rapat Kantor Barenlitbang Kabupaten Lingga tersebut menjadi ruang untuk mengupas lebih dalam berbagai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi sektor pariwisata di Bunda Tanah Melayu.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Barenlitbang Kabupaten Lingga bersama sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor.
Berbagai aspek menjadi bahan pembahasan, mulai dari kesiapan destinasi, konektivitas, amenitas, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM). Tidak hanya itu, forum juga membedah kondisi pelaku usaha pariwisata, rantai pasok, akses pembiayaan, pola usaha, strategi pemasaran, hingga berbagai persoalan yang masih menjadi hambatan di lapangan.
Pendalaman tersebut dinilai penting untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah pengembangan pariwisata Lingga ke depan.
Padukan Alam, Adat dan Digitalisasi
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Harpiandi, S.T., dalam kesempatan tersebut memaparkan materi bertajuk “Bersama Sinergikan Pariwisata Kabupaten Lingga!: Melestarikan Alam, Menjaga Adat, Menyambut Digitalisasi di Bunda Tanah Melayu.
Harpiandi menegaskan, pengembangan pariwisata Lingga harus mampu menjaga karakter daerah yang kaya akan alam dan budaya, sekaligus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan wisatawan masa kini.
“Kami mendorong pertumbuhan pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga aman, patuh terhadap regulasi, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan pariwisata Lingga tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan adat dan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.
Karena itu, digitalisasi dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas promosi destinasi, memperkuat pemasaran produk wisata, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Dorong Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi
Kolaborasi antara BI Kepri, ISEI Batam dan Pemerintah Kabupaten Lingga diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat melahirkan rekomendasi strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata daerah.
Pengembangan destinasi, peningkatan konektivitas, penguatan UMKM, akses pembiayaan, peningkatan kualitas SDM, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi sejumlah elemen yang perlu berjalan secara terpadu.
Dengan potensi alam, sejarah dan budaya yang dimiliki, Lingga memiliki peluang besar untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi lintas lembaga tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk mendorong kebangkitan ekonomi lokal berbasis pariwisata yang inklusif, digital, dan berkelanjutan.
(Dok. Istimewa – Diskominfo Lingga)

