Lis Darmansyah: Jangan Ukur Pengabdian ASN dari Lamanya Bekerja, Tapi dari Kebaikan yang Ditinggalkan

Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 305 PNS Pemerintah Kota Tanjungpinang, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (11/8/2026). f-Diskominfo
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Puluhan tahun mengabdi di pemerintahan bukan semata-mata ukuran keberhasilan seorang aparatur sipil negara (ASN). Bagi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, ukuran pengabdian yang sesungguhnya adalah seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan kebaikan apa yang ditinggalkan setelah masa kedinasan berakhir.
Pesan itu disampaikan Lis saat memberikan sambutan dalam penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 305 PNS Pemerintah Kota Tanjungpinang, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (11/8/2026).
“Jangan ukur keberhasilan pengabdian hanya dari berapa lama kita berdiri di dalam pemerintahan. Ukurlah dari berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan setelah selesai kita mengabdi,” kata Lis.
Menurutnya, lencana Satyalancana Karya Satya yang tersemat di dada para penerima bukan sekadar simbol penghargaan atas lamanya masa kerja. Di balik penghargaan tersebut terdapat perjalanan panjang, pengorbanan keluarga, serta tanggung jawab yang telah dijalankan para ASN dalam berbagai kondisi.
Karena itu, masa kerja dan jabatan tidak seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur. Jauh lebih penting adalah berapa banyak masyarakat yang telah dibantu, persoalan yang berhasil diselesaikan, serta perubahan positif yang dihasilkan selama menjalankan tugas.
“Jabatan akan berakhir, pangkat akan berhenti, masa kerja akan selesai. Tetapi kebaikan dan karya yang kita tinggalkan akan terus dikenang,” ujarnya.
Teknologi Boleh Maju, Hati Jangan Hilang
Di tengah perubahan birokrasi dan pesatnya perkembangan teknologi, Lis mengingatkan para ASN agar modernisasi pelayanan tidak menghilangkan nilai-nilai dasar dalam pengabdian.
Menurutnya, cara kerja boleh berubah, sistem pemerintahan boleh semakin digital, bahkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan. Namun, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat harus tetap menjadi fondasi.
“ASN boleh menggunakan AI, pelayanan boleh semakin digital, birokrasi semakin modern, tetapi jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan hati,” tegas Lis.
Ia menilai masyarakat memang membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah dan profesional. Namun di balik itu, warga tetap membutuhkan aparatur yang ramah, peduli dan mampu memahami persoalan masyarakat.
“Pemerintahan bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang manusia dan kehidupan masyarakat yang harus kita layani,” tambahnya.
Semakin Lama Mengabdi, Semakin Besar Tanggung Jawab
Kepada para ASN yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, Lis berpesan agar pengalaman panjang yang dimiliki tidak berhenti menjadi catatan perjalanan karier.
Sebaliknya, pengalaman tersebut harus menjadi sumber kebijaksanaan untuk membimbing, berbagi pengetahuan dan menjadi teladan bagi generasi ASN yang lebih muda.
“Semakin lama mengabdi, semakin besar pula tanggung jawab kepada masyarakat. Jabatan bukan kehormatan pribadi, melainkan amanah untuk memberi manfaat,” pesannya.
Lis juga mengajak seluruh penerima Satyalancana untuk sejenak melihat kembali perjalanan pengabdian masing-masing.
Bukan hanya menghitung berapa tahun telah bekerja atau jabatan apa yang pernah diduduki, tetapi juga melihat berapa banyak kehidupan masyarakat yang menjadi lebih baik melalui pekerjaan yang telah dilakukan.
Sebab, menurut Lis, nilai tertinggi dari Satyalancana Karya Satya bukan hanya ketika lencana itu tersemat di dada, melainkan ketika seorang ASN tetap dikenang masyarakat setelah meninggalkan kedinasan karena pernah membantu, bekerja dengan jujur dan memberikan pelayanan dengan tulus.
“Nama mungkin akan dilupakan, tetapi kebaikan akan menemukan jalannya untuk selalu dikenang,” tuturnya.
305 PNS Terima Satyalancana Karya Satya
Sebanyak 305 PNS Pemko Tanjungpinang menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, 151 PNS menerima penghargaan atas masa pengabdian 10 tahun, sebanyak 141 PNS untuk masa pengabdian 20 tahun, dan 13 PNS atas masa pengabdian 30 tahun.
Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan para PNS selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Bagi 305 penerima penghargaan, Satyalancana Karya Satya bukan sekadar lencana masa kerja. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tahun pengabdian selalu membawa tanggung jawab untuk meninggalkan karya, manfaat dan kebaikan bagi masyarakat.
(r)

