Waspada El Nino, Pemkab Lingga Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Ruang Rapat Lantai II Barenlitbang Lingga, Kamis (13/8/2026). f-Ist
LINGGA, (kepriraya.com) – Pemerintah Kabupaten Lingga memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan masih mengancam dalam beberapa bulan ke depan.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Ruang Rapat Lantai II Barenlitbang Lingga, Kamis (13/8/2026).
Rakor ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi kemungkinan meningkatnya risiko bencana akibat kondisi cuaca dan kemarau.
Pelaksanaan rakor juga merupakan tindak lanjut atas surat peringatan dini Deputi Bidang Pencegahan BNPB mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan Tahun 2026.
Selain itu, pemerintah daerah turut mempertimbangkan rilis pemetaan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan dampak fenomena El Nino masih berpotensi dirasakan di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kekurangan air sekaligus memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diikuti dengan kewaspadaan masyarakat serta kesiapan seluruh unsur penanggulangan bencana.
Rapat dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga dan dihadiri perwakilan BMKG Lingga, PT CSA, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, perwakilan Polres Lingga serta unsur Forkopimda lainnya.
Dalam rakor tersebut, sinergi lintas sektor menjadi salah satu poin penting. Pemerintah daerah bersama aparat, perangkat wilayah, dunia usaha dan instansi terkait didorong untuk meningkatkan pemantauan kondisi lapangan serta memperkuat koordinasi apabila ditemukan indikasi kekeringan maupun titik api.
Kesiapsiagaan juga diharapkan tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Upaya pencegahan dan deteksi dini perlu diperkuat sejak awal, terutama di wilayah yang memiliki potensi mengalami kekeringan dan kebakaran lahan.
Melalui rakor ini, Pemkab Lingga berharap seluruh jajaran hingga tingkat kecamatan dan desa dapat mengambil langkah antisipatif sesuai kondisi wilayah masing-masing. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Dengan kesiapan yang dibangun sejak dini dan koordinasi yang kuat antarinstansi, potensi dampak kekeringan maupun karhutla di Kabupaten Lingga diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan lingkungan tetap terjaga.
(Ind)

