Juara 1 Bintan Triathlon di Usia 15 Tahun, Nurhadi Masih Berjuang dengan Biaya Mandiri

Nurhadi Apriansyah atlet triathlon sudah begitu kuat. Atlet muda asal Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong.
BINTAN (Kepriraya.com) – Usianya baru 15 tahun, tetapi tekad Nurhadi Apriansyah untuk menjadi atlet triathlon sudah begitu kuat. Atlet muda asal Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, itu baru saja membuktikan kemampuannya dengan meraih juara 1 kelas youth Bintan Triathlon.
Di balik kemenangan tersebut, ada tantangan dari sang kakek, Syahrani, yang juga merupakan mantan atlet triathlon. Tantangan itu diberikan untuk membakar semangat Nurhadi agar tampil maksimal sebelum menghadapi persaingan yang lebih berat di tingkat nasional.
Syahrani bahkan meminta cucunya membuktikan diri di Bintan Triathlon jika ingin mengikuti PON Pantai di Jakarta pada November 2026.
“Kalau memang mau ikut PON Pantai di Jakarta, harus juara satu di Bintan Triathlon ini. Nanti akan banyak atlet-atlet kuat di PON,” pesan Syahrani kepada cucunya.
Pesan tersebut rupanya menjadi motivasi tersendiri bagi Nurhadi. Ia menjawab tantangan itu dengan sempurna dengan merebut posisi pertama di kelas youth.
Bagi Nurhadi, prestasi tersebut juga menjadi buah dari proses panjang. Bintan Triathlon merupakan kompetisi keempat yang diikutinya.
Sebelumnya, ia tampil pada Mini Triathlon yang digelar PT BRC dan berhasil finis di peringkat kelima. Kemudian pada Kejurnas di Bangka Belitung, Nurhadi kembali menempati posisi kelima.
Ia juga pernah mengikuti Tour de Bintan dengan jarak 70 kilometer dan finis di peringkat kelima. Namun, ketika itu Nurhadi belum bisa naik podium karena usianya belum memenuhi batas usia peserta, yakni minimal 19 tahun.
Kini, di usia yang baru 15 tahun, Nurhadi akhirnya berhasil mencatatkan prestasi tertinggi dengan menjadi juara 1 kelas youth Bintan Triathlon.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Sebagai atlet muda dari Desa Sri Bintan, Nurhadi secara tidak langsung telah membawa nama Kecamatan Teluk Sebong, sekolah, Kabupaten Bintan hingga Kepulauan Riau.
Namun, ada cerita lain di balik prestasi tersebut. Perjalanan Nurhadi sebagai atlet triathlon hingga saat ini masih banyak dibiayai secara mandiri oleh keluarga.
Pasalnya, cabang olahraga triathlon disebut belum memiliki dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga untuk terus mendampingi Nurhadi mengikuti berbagai kejuaraan.
Padahal, prestasi Nurhadi terus menunjukkan perkembangan. Setelah beberapa kali finis di posisi kelima, ia akhirnya mampu berdiri di podium tertinggi pada Bintan Triathlon.
Kini perhatian keluarga tertuju pada agenda berikutnya, yakni PON Pantai di Jakarta pada November mendatang. Ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan penting bagi Nurhadi untuk menguji kemampuannya menghadapi atlet-atlet terbaik.
Keluarga berharap prestasi Nurhadi dapat membuka perhatian pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bintan dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, untuk memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet triathlon.
“Kami berharap walaupun saat ini belum ada anggaran dari pemerintah daerah untuk cabang triathlon, nantinya ada bantuan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten agar Nurhadi bisa ikut PON Pantai di Jakarta,” harap orang tua Nurhadi.
Dukungan tersebut dinilai bukan hanya untuk Nurhadi secara pribadi, tetapi juga menjadi investasi pembinaan atlet muda daerah. Sebab, di usia yang masih 15 tahun, Nurhadi sudah menunjukkan keberanian bersaing dan konsistensi mengikuti berbagai kejuaraan.
Kini, setelah berhasil menjawab tantangan sang kakek dengan menjadi juara 1 Bintan Triathlon, Nurhadi memiliki tantangan berikutnya: membawa semangat tersebut ke level nasional dan kembali mengharumkan nama Kepulauan Riau.

