BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

LAM Kota Tanjungpinang Peringati Isra Mikraj, Perkuat Harmoni Adat dan Nilai Islam

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Balairung LAM, Jalan Agus Salim, Kota Tanjungpinang. Sabtu,(24/1) F-Abd Haris

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)- Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Balairung LAM, Jalan Agus Salim, Kota Tanjungpinang. Sabtu,(24/1). Kegiatan berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual, dengan menghadirkan Guru Mursyid KH. Imron Effendy Hasibuan sebagai penceramah utama.


Peringatan Isra Mikraj ini menjadi ruang refleksi keimanan sekaligus penguatan nilai-nilai adat Melayu yang berpadu erat dengan ajaran Islam. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tanjungpinang, organisasi kemasyarakatan, badan otonom Nahdlatul Ulama, serta perhimpunan tarekat Majelis Cinta.


Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Dato Wira Setia Utama DR. Juramadi Esram, dalam sambutannya menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam menjalankan peran lembaga adat.


Menurutnya, ajaran Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang beradab, adil, dan menjunjung tinggi kebersamaan.


“Sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, sudah sepatutnya nilai-nilai tersebut kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai pengurus LAM Kota Tanjungpinang,” ujar Juramadi.


Ia juga menegaskan bahwa LAM memiliki tanggung jawab moral menjaga keseimbangan antara adat Melayu dan nilai-nilai Islam sebagai identitas utama masyarakat Tanjungpinang.


Sementara itu, dalam tausiahnya, KH. Imron Effendy Hasibuan mengajak para hadirin untuk merenungi beratnya perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam hingga dapat dirasakan umat hingga saat ini.


Ia menuturkan, peristiwa Isra Mikraj merupakan momentum penguatan iman, sekaligus pengingat bahwa salat menjadi tiang utama dalam kehidupan seorang Muslim.


“Kita hari ini menikmati buah dari perjuangan panjang Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan ajaran Islam yang penuh rahmat dan membawa kedamaian bagi seluruh alam,” ungkap KH. Imron.


Selain itu, ia juga mengajak umat Islam untuk terus menjaga persatuan, memperkuat akhlak, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sosial tanpa meninggalkan kearifan lokal.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi semalam beriman, jamuan khas adat Melayu yang sarat makna kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.


Peringatan Isra Mikraj ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga harmoni antara adat Melayu dan nilai-nilai Islam di Kota Tanjungpinang. (Abd H)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *