BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

MTQ XII Kepri Dongkrak Ekonomi Tanjungpinang, Hotel Hampir Penuh dan Pendapatan Naik 50 Persen

Tampak petugas dari 200 kamar standar yang kami miliki, 199 kamar terisi. Tamu berasal dari kafilah Tanjungpinang, Batam, dan Kabupaten Karimun,” ujar Sales and Marketing Hotel CK, Dila, Rabu (8/7/2026). f-Ist

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau 2026 tak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga membawa berkah bagi perekonomian Kota Tanjungpinang. Ribuan kafilah, ofisial, panitia, dan tamu dari seluruh kabupaten/kota di Kepri memberikan dampak nyata terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pariwisata.


Salah satu sektor yang paling merasakan manfaat adalah industri perhotelan. Hotel CK Tanjungpinang mencatat tingkat hunian kamar hampir mencapai kapasitas penuh selama pelaksanaan MTQ.


“Dari 200 kamar standar yang kami miliki, 199 kamar terisi. Tamu berasal dari kafilah Tanjungpinang, Batam, dan Kabupaten Karimun,” ujar Sales and Marketing Hotel CK, Dila, Rabu (8/7/2026).


Tingginya okupansi tersebut berdampak langsung pada peningkatan pendapatan hotel. Selama berlangsungnya MTQ XII Kepri, pendapatan Hotel CK naik sekitar 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.
“Pendapatan selama MTQ meningkat sekitar 50 persen dibandingkan hari biasa,” ungkap Dila.


Menurutnya, para tamu tidak hanya datang untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner khas Tanjungpinang. Pihak hotel pun aktif mempromosikan objek wisata lokal kepada para pengunjung.


“Kami selalu merekomendasikan kalau ingin ke pantai bisa ke Tanjung Siambang. Untuk menikmati kuliner, kami arahkan ke Akau maupun sejumlah rumah makan seafood di Dompak,” jelasnya.


Dila berharap Tanjungpinang semakin sering dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional yang dipadukan dengan atraksi budaya Melayu. Menurutnya, semakin banyak agenda wisata dan budaya akan memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.


“Kalau semakin banyak event dan atraksi budaya, orang luar akan lebih mengenal Tanjungpinang. Dampaknya tentu akan semakin baik bagi sektor perhotelan dan usaha masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan penyelenggaraan MTQ XII Kepri membuktikan bahwa sebuah event keagamaan juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.


“Manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat. Ini menunjukkan penyelenggaraan MTQ mampu menggerakkan perekonomian daerah, mulai dari hotel, rumah makan, transportasi, hingga pelaku UMKM,” ujar Teguh.


Ia berharap keberhasilan penyelenggaraan MTQ XII Kepri menjadi momentum untuk menghadirkan lebih banyak event berskala besar di Tanjungpinang. Selain memperkuat citra kota sebagai pusat budaya Melayu, agenda-agenda tersebut juga diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Zuk)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *