BREAKING NEWSINTERNASIONAL

Krisis Ekonomi dan Korupsi Picu Gelombang Migran Maroko Menuju kamar Perbatasan Spanyol

Tampak Ribuan migran memadati Kota Fnideq, Maroko, yang berbatasan langsung dengan wilayah kantong Spanyol, Ceuta, dalam gelombang migrasi besar yang kembali menjadi sorotan dunia.

MAROKO, (kepriraya.com)– Ribuan migran memadati Kota Fnideq, Maroko, yang berbatasan langsung dengan wilayah kantong Spanyol, Ceuta, dalam gelombang migrasi besar yang kembali menjadi sorotan dunia.

Meningkatnya arus migran dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi, tingginya angka pengangguran, serta semakin sempitnya peluang masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Banyak warga memilih mempertaruhkan keselamatan demi mencoba menyeberang ke wilayah Spanyol dengan harapan mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Kondisi tersebut diperparah dengan persoalan tata kelola pemerintahan. Dalam lima tahun terakhir, Maroko mengalami penurunan tajam dalam Indeks Persepsi Korupsi, dari peringkat 73 menjadi posisi 97 dunia. Lembaga pemantau menilai pemerintah belum memiliki strategi yang efektif dan jelas dalam memberantas praktik korupsi.

Di sisi lain, negara itu juga menghadapi ancaman krisis dana pensiun. Sistem pensiun pegawai negeri diperkirakan akan mengalami kekurangan dana pada 2028. Untuk menjaga keberlangsungan pembayaran pensiun, pemerintah diproyeksikan harus menggelontorkan sekitar 14 miliar dirham setiap tahun.

Sejak 2016, pemerintah Maroko telah menerapkan sejumlah reformasi, di antaranya menaikkan besaran iuran pensiun, meningkatkan usia pensiun menjadi 65 tahun, serta mengurangi manfaat pensiun yang diterima pegawai. Namun, berbagai kalangan menilai kebijakan tersebut justru lebih banyak membebani para pekerja dan aparatur sipil negara dibanding menyelesaikan akar persoalan.

Kombinasi tekanan ekonomi, tingginya pengangguran, korupsi, dan ketidakpastian jaminan sosial dinilai menjadi faktor utama yang mendorong ribuan warga Maroko berbondong-bondong menuju perbatasan Ceuta, menjadikan kawasan tersebut kembali sebagai salah satu titik krisis migrasi di kawasan Mediterania.

Unicev: AMR/VHS
Video: Viory

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *