Sekda Bintan Matangkan Reformasi Birokrasi 2026, Sinergi OPD Jadi Kunci

Pembahasan rencana aksi tersebut berlangsung dalam rapat di Ruang Rapat Bawah Bapperida Bintan, Rabu (16/9/2026) f-Diskominfo
BINTAN, (Kepriraya.com) – Pemerintah Kabupaten Bintan terus mematangkan pelaksanaan reformasi birokrasi dengan menyusun Rencana Aksi Reformasi Birokrasi General dan Tematik Tahun 2026.
Pembahasan rencana aksi tersebut berlangsung dalam rapat di Ruang Rapat Bawah Bapperida Bintan, Rabu (16/9/2026). Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Ronny Kartika, dengan Bagian Organisasi sebagai lead sector.
Rencana aksi ini disiapkan untuk memastikan agenda reformasi birokrasi tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan langkah kerja yang terukur di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Ronny Kartika menegaskan, reformasi birokrasi merupakan agenda bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah. Setiap OPD diminta mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya serta memastikan rencana yang telah disusun benar-benar dapat diterapkan.
“Reformasi birokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu bagian atau perangkat daerah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi dan komitmen seluruh OPD agar setiap rencana aksi yang disusun benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja pemerintahan,” ujar Ronny.
Dalam rapat tersebut, berbagai langkah strategis dibahas untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penyusunan rencana aksi juga diarahkan agar pelaksanaan reformasi birokrasi selaras dengan sasaran pembangunan Kabupaten Bintan. Dengan demikian, program yang dijalankan setiap perangkat daerah diharapkan memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada hasil.
Pemkab Bintan menargetkan reformasi birokrasi dapat mendorong terwujudnya birokrasi yang lebih efektif, efisien dan adaptif, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sinergi antar-OPD menjadi salah satu faktor penting agar target tersebut dapat diwujudkan melalui pelaksanaan program yang konkret dan berkelanjutan. (*)

