Sekda Bintan Resmi Buka Advokasi Keamanan Pangan 2026, Perkuat Sinergi dari Sekolah hingga Pasar

Kegiatan Advokasi Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Tahun 2026 oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, Selasa (28/4) di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan.
BINTAN, (kepriraya.com)– Komitmen memperkuat sistem pangan yang aman dan berkelanjutan terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Bintan. Hal ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Advokasi Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Tahun 2026 oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, Selasa (28/4) di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan.
Kegiatan ini mencakup sejumlah program strategis, mulai dari Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah), Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, hingga pengisian tools Kabupaten/Kota Pangan Aman.
Dalam sambutannya, Ronny menegaskan bahwa keamanan pangan bukan sekadar isu teknis, melainkan kebutuhan dasar yang menyangkut kualitas hidup masyarakat.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Kita harus memastikan pangan yang dikonsumsi benar-benar aman, bermutu, dan layak,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program prioritas nasional ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
“Melalui advokasi ini, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen kuat serta mampu mengambil langkah konkret dalam membangun sistem pangan yang aman dan berkelanjutan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala BPOM Tanjungpinang, Irdiansyah, menegaskan bahwa keberhasilan program pangan aman sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat.
“Edukasi dan pengawasan harus berjalan beriringan. Tanpa itu, upaya mewujudkan pangan aman tidak akan optimal,” ujarnya.
Selain itu, pengisian tools Kabupaten/Kota Pangan Aman juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Instrumen tersebut berfungsi untuk mengukur capaian program sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan ke depan.
Dengan dibukanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bintan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem pangan yang tidak hanya aman dan sehat, tetapi juga berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (**)

