BREAKING NEWSLINGGAPOLITIK

Posyandu Menyapa, Lingga Perkuat Peran Posyandu sebagai Ujung Tombak Pelayanan Dasar Masyarakat

Posyandu Menyapa yang diikuti Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga, Ny. Maratusholiha Nizar, secara virtual dari Ruang Rapat Kantor Barenlitbang Kabupaten Lingga, Rabu (12/8/2026). f-Ist

LINGGA, (kepriraya.com) – Peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Lingga terus diperkuat. Tak lagi hanya berkutat pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini didorong menjadi bagian penting dalam menghadirkan berbagai pelayanan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.

Penguatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Posyandu Menyapa yang diikuti Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga, Ny. Maratusholiha Nizar, secara virtual dari Ruang Rapat Kantor Barenlitbang Kabupaten Lingga, Rabu (12/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Maratusholiha didampingi sejumlah anggota Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga serta para kepala dinas dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga, Hj. Feby Sarianty Novrizal, mengikuti kegiatan secara virtual dari Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Dabo Singkep.

Posyandu Menyapa merupakan agenda rutin Tim Pembina Posyandu Pusat yang digelar setiap dua pekan pada hari Rabu. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi informasi sekaligus memperkuat pemahaman pemerintah daerah dan pengelola Posyandu mengenai transformasi fungsi Posyandu dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat.

Pada kegiatan kali ini, tema yang diangkat yakni “Menghadirkan Pelayanan Dasar di Tengah Masyarakat”. Materi disampaikan oleh Yudhi Timor Bimo Prakoso, Pengurus Tim Pembina Posyandu Kementerian Dalam Negeri, serta Nitta Rosalin, SE., MA., Direktur Fasilitasi LKAD, PKK dan Posyandu, Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Posyandu memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memastikan masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan, mendapatkan akses pelayanan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal yang telah ditetapkan.

Transformasi Posyandu menjadi salah satu poin penting yang terus didorong. Jika sebelumnya Posyandu lebih dikenal sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, kini cakupannya diperluas melalui pendekatan 6 SPM.

Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Dengan cakupan yang semakin luas, Posyandu diharapkan mampu menjadi simpul pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Keberadaan kader di tingkat desa dan kelurahan juga dinilai strategis untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan warga sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.

Tak hanya memberikan pelayanan, Posyandu juga memiliki peran dalam mendukung proses perencanaan pembangunan. Data dan berbagai kebutuhan masyarakat yang ditemukan melalui aktivitas Posyandu dapat menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Pembahasan tersebut juga berkaitan erat dengan proses perencanaan pembangunan mulai dari tingkat desa dan kelurahan hingga kabupaten/kota dan provinsi. Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga dapat berperan sebagai sumber informasi mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Penguatan kelembagaan Posyandu tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 14 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan RKPD Tahun 2027, khususnya terkait penguatan kelembagaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan optimalisasi implementasinya dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat.

Bagi Kabupaten Lingga, penguatan ini menjadi momentum untuk semakin mempererat koordinasi antara Tim Pembina Posyandu, pemerintah daerah, OPD pengampu, pemerintah desa/kelurahan hingga para kader di lapangan.

Melalui sinergi tersebut, Posyandu diharapkan mampu semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas, mudah dijangkau, serta benar-benar menyentuh kehidupan warga.

Kegiatan Posyandu Menyapa pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum koordinasi, tetapi menjadi penggerak bagi penguatan Posyandu di Kabupaten Lingga agar semakin aktif, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(r)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *