Usai Bentangkan Spanduk, Sopir Truk yang 17 Hari Tertahan Akhirnya Bisa Melanjutkan Perjalanan

Perjuangan para sopir truk lintas daerah yang terdampar selama 17 hari di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, akhirnya membuahkan hasil. Sabtu, (18/9) f-Ist
LINGGA, (Kepriraya.com) – Perjuangan para sopir truk lintas daerah yang terdampar selama 17 hari di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, akhirnya membuahkan hasil.
Setelah menyampaikan aspirasi dengan membentangkan spanduk dan berkomunikasi langsung dengan pihak ASDP Provinsi Kepri, para sopir akhirnya mendapat kepastian keberangkatan kapal yang selama ini mereka nantikan.
ASDP Provinsi Kepri kemudian mengeluarkan jadwal keberangkatan kapal. Kepastian tersebut disambut lega para pengemudi yang selama lebih dari dua pekan harus menunggu di Pelabuhan Roro Jagoh.
Bagi para sopir, 17 hari bukan waktu yang singkat. Selama kendaraan dan muatan tertahan, berbagai persoalan harus mereka hadapi, mulai dari bertambahnya biaya operasional, kebutuhan sehari-hari, hingga risiko terhadap barang yang dibawa.
Kondisi tersebut juga membuat pekerjaan mereka tertunda dan waktu bersama keluarga harus kembali dikorbankan.
Aksi membentangkan spanduk menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi para sopir agar persoalan pelayanan penyeberangan lintas daerah mendapat perhatian dan segera diberikan kepastian.
Kini, dengan adanya jadwal keberangkatan, para sopir dapat kembali melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan masing-masing.
Meski persoalan kali ini telah menemukan jalan keluar, para sopir berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka meminta adanya kepastian terhadap ketersediaan kapal dan jadwal penyeberangan sehingga aktivitas distribusi barang antardaerah tidak terganggu.
“Kita berharap pihak terkait dapat menjamin ketersediaan kapal, ketepatan jadwal, dan kepastian layanan agar perjalanan lintas pulau dapat berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan serupa di masa mendatang,” harap mereka.
Menurut para sopir, kelancaran penyeberangan bukan hanya menyangkut kepentingan pengemudi. Jalur Roro menjadi bagian penting dalam pergerakan barang dan kebutuhan masyarakat antarpulau.
Jika layanan penyeberangan kembali terganggu dalam waktu lama, dampaknya dapat meluas. Tidak hanya sopir yang mengalami kerugian, tetapi juga pedagang, pemilik usaha, serta masyarakat yang bergantung pada kelancaran distribusi barang.
Dengan kembali dibukanya perjalanan, para pengemudi kini berharap dapat segera mengejar waktu yang tertunda dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. (Jki)

