Wakil Bupati Lingga Buka Latihan Kader I HMI BADKO Riau-Kepri, Dorong Kader Berintegritas dan Berwawasan Luas

Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, S.T., M.IP., mewakili Bupati Lingga, membuka kegiatan Latihan Kader I (Basic Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (BADKO) Riau-Kepulauan Riau di Aula SMAN 1 Lingga, Jumat (23/10/2026). F-ist
LINGGA, (kepriraya.com) – Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, S.T., M.IP., mewakili Bupati Lingga, membuka kegiatan Latihan Kader I (Basic Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (BADKO) Riau-Kepulauan Riau di Aula SMAN 1 Lingga, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Terbina Kepribadian Muslim yang Berkualitas Akademis, Sadar akan Fungsi dan Perannya dalam Berorganisasi serta Hak dan Kewajibannya sebagai Kader Umat dan Kader Bangsa”.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Lingga didampingi Anggota DPRD Kabupaten Lingga Yudi Saputra, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Widi Satoto, Kapolsek Daik IPTU Suhendri, serta Lurah Daik Nasrum Efendi.
Turut hadir Sekretaris Umum HMI BADKO Riau-Kepri Khairul Rijal, Bendahara Umum KAHMI Kabupaten Lingga Miki Wahyudi Alamsyah yang mewakili Ketua Umum KAHMI, Ketua Umum FORHATI Kabupaten Lingga Safarini Ulfah, serta para peserta Latihan Kader I.
Dalam sambutannya, Novrizal mengajak seluruh peserta mengikuti proses perkaderan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Ia juga meminta para peserta memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berdiskusi, bertukar pikiran, serta memperluas wawasan.
“ Ikutilah proses pelatihan kader ini dengan sungguh-sungguh, penuh disiplin, dan rasa tanggung jawab. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berdiskusi, bertukar pikiran, serta memperluas wawasan,” ujar Novrizal.
Ia menegaskan bahwa menjadi kader tidak cukup hanya dengan kemampuan berbicara dan menyampaikan pendapat. Seorang kader juga harus mampu menjadi teladan, menjaga persatuan, memperjuangkan kebenaran, serta mengutamakan kepentingan bersama.
Menurutnya, proses perkaderan harus mampu membentuk pribadi yang memiliki keteguhan dalam bersikap, konsistensi dalam bertindak, serta komitmen untuk membawa perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat.
Novrizal juga berpesan agar para kader terus meningkatkan kapasitas diri dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“ Tetaplah menjadi yang terbaik bagi agama, bangsa, dan negara. Jangan pernah berhenti belajar, karena menjadi kader bukan hanya tentang mengutamakan ilmu, tetapi juga tentang mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata,” tuturnya.
Latihan Kader I HMI ini bertujuan membentuk kepribadian kader yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, memiliki kemampuan akademis, serta memahami fungsi dan perannya dalam organisasi.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran tentang hak dan kewajiban sebagai kader umat dan kader bangsa. Melalui proses perkaderan tersebut, para peserta juga diharapkan mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan, memperkuat solidaritas, serta menanamkan semangat pengabdian untuk memberikan kontribusi positif bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.
(Dok. Sany)

