Erlita Dorong Batam Membatik Jangkau 12 Kecamatan, Buka Peluang Usaha Baru

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Hj. Erlita Amsakar, saat memimpin rapat, Kamis, (22/10/2026) F-ist
BATAM, (kepriraya.com) – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Hj. Erlita Amsakar, mendorong pengembangan keterampilan membatik di tengah masyarakat melalui program Roadshow Batam Membatik 2026: Membatik, Berkarya, Berdaya.
Program ini diharapkan mampu melahirkan pembatik baru, memperluas keterampilan masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha melalui pengembangan batik khas Batam.
Erlita mengatakan, potensi masyarakat di bidang kerajinan membatik perlu terus dikembangkan agar semakin banyak warga memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi.
“Kita ingin meningkatkan jumlah pembatik dan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat. Karena itu, potensi ini harus terus kita dorong agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan membatik,” ujar Erlita, Senin (12/10/2026).
Ia meminta para camat dan lurah berperan aktif dalam menjaring masyarakat yang memiliki minat dan potensi untuk mengikuti pelatihan membatik.
Menurut Erlita, camat dan lurah merupakan pihak yang paling memahami kondisi serta potensi masyarakat di wilayah masing-masing. Karena itu, keterlibatan mereka sangat dibutuhkan untuk menemukan calon-calon pembatik baru.
Pelatihan membatik direncanakan mulai November 2026, dengan durasi empat hari bagi peserta di masing-masing kecamatan. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.
Erlita menegaskan, program Batam Membatik tidak boleh hanya terpusat di satu wilayah, tetapi harus menjangkau seluruh kecamatan di Kota Batam.
“Kita ingin program ini tidak hanya berjalan di satu kecamatan, tetapi bisa menjangkau 12 kecamatan. Kerajinan membatik harus sampai ke tingkat kelurahan sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat membuat batik Batam semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain memperkuat identitas daerah, pengembangan batik juga diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Harapan kita, program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya berhenti pada pelatihan, tetapi harus bisa dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” tutup Erlita. (*)

