Kapolda Kepri Perkuat Sinergi MBG, 148 SPPG di Batam Serap 6.042 Tenaga Kerja

Suhendri saat menggelar tatap muka bersama koordinator wilayah SPPG dan jajaran koordinator serta kepala SPPG se-Kota Batam di SPPG Baloi Permai, Mega Legenda, Kamis (22/10/2026). f-Ist
BATAM (Kepriraya.com) – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Suhendri mendorong penguatan sinergi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Komitmen tersebut disampaikan Suhendri saat menggelar tatap muka bersama koordinator wilayah SPPG dan jajaran koordinator serta kepala SPPG se-Kota Batam di SPPG Baloi Permai, Mega Legenda, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Kapolda Kepri didampingi Wakapolda Kepri dan sejumlah pejabat utama Polda Kepri. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi untuk menyukseskan program MBG sekaligus mendukung program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Suhendri menegaskan, keberhasilan program MBG tidak hanya dilihat dari terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Program tersebut juga harus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Menurutnya, seluruh pengelola SPPG harus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemenuhan standar Badan Gizi Nasional (BGN), pengawasan kualitas dan keamanan pangan, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP).
Ia juga mengingatkan pentingnya mencegah segala bentuk penyimpangan dalam operasional SPPG. Makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat harus dipastikan aman, higienis, dan memenuhi standar gizi.
Dengan demikian, pelaksanaan MBG dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.
Selain kualitas layanan, Kapolda Kepri turut menekankan pentingnya mengutamakan masyarakat setempat dalam perekrutan tenaga kerja. Ia mendorong pengelola SPPG memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 148 SPPG yang tersebar di 12 kecamatan di Kota Batam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 SPPG telah aktif beroperasi.
Keberadaan SPPG tersebut telah menyerap sebanyak 6.042 tenaga kerja yang terlibat dalam berbagai tahapan operasional program MBG, mulai dari persiapan bahan, pengolahan makanan, pemorsian, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Angka tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berperan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.
Melalui penguatan koordinasi antara kepolisian, pengelola SPPG, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, pelaksanaan MBG di Batam diharapkan semakin berkualitas, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja di Kota Batam. (r)

