OKE GAS 2026 Digelar di Desa Mapur, Roby Kurniawan Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Bupati Bintan, Roby Kurniawan foto bersama usai Orientasi Keluarga Gerakan Atasi Stunting (OKE GAS) 2026 yang digelar di Desa Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Selasa (27/10/2026). f-Diskominfo
BINTAN (Kepriraya.com) – Pemerintah Kabupaten Bintan bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kegiatan Orientasi Keluarga Gerakan Atasi Stunting (OKE GAS) 2026 yang digelar di Desa Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan kesehatan dan pendampingan keluarga menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.
Dalam sambutannya, Roby menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, khususnya Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi penerus bangsa.
“Setiap keluarga di Kabupaten Bintan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan, pendampingan, dan kesempatan hidup yang lebih baik. Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan menyangkut kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi penerus bangsa,” tegas Roby.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para kader, Tim Pendamping Keluarga (TPK), tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, serta pemerintah kecamatan dan desa yang selama ini berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting.
Roby mengakui, kondisi geografis Kecamatan Bintan Pesisir yang terdiri atas wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pelayanan dan pendampingan keluarga. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar intervensi dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Kasus Stunting Menurun
Upaya penanganan stunting di Kabupaten Bintan menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, jumlah kasus stunting turun dari 569 kasus pada 2021 menjadi 383 kasus pada 2022.
Atas kinerja penanganan stunting tersebut, Pemkab Bintan juga menerima Dana Insentif Fiskal sebesar Rp5,9 miliar pada 2025.
Melalui OKE GAS 2026, pemerintah mendorong penguatan intervensi yang tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga.
Rangkaian kegiatan mencakup pemberian bantuan, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pelayanan kesehatan dan keluarga berencana (KB), pemberdayaan ekonomi lokal, serta edukasi bagi remaja.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang tepat sejak dini.
Pemilihan Desa Mapur sebagai lokasi kegiatan sekaligus menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus menjangkau seluruh wilayah Bintan, termasuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau.
Dengan sinergi pemerintah daerah, BKKBN, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, program OKE GAS diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya generasi Bintan yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (r)

