BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Penyengat Heritage 2026 Siap Digelar, Angkat Keagungan Warisan Melayu di Pulau Penyengat

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Pulau Penyengat kembali menjadi panggung pelestarian budaya Melayu melalui perhelatan Penyengat Heritage 2026 yang akan menghadirkan berbagai atraksi seni, budaya, tradisi, dan kuliner khas dalam balutan nuansa sejarah yang kental.


Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dan wisatawan akan diajak menyelami kekayaan warisan budaya Melayu yang telah menjadi identitas Pulau Penyengat, salah satu destinasi sejarah terpenting di Provinsi Kepulauan Riau.


Beragam agenda budaya telah disiapkan untuk memeriahkan festival tersebut, mulai dari Festival Jong, Festival Gasing, Festival Tari, Zapin Penyengat, Silat Persembahan, pertunjukan musik Melayu, hingga wisata sejarah dan kuliner tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.


Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan Penyengat Heritage merupakan salah satu agenda strategis untuk memperkuat promosi wisata budaya sekaligus menjaga kelestarian warisan Melayu yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau.


“Penyengat bukan hanya destinasi wisata sejarah, tetapi juga pusat peradaban Melayu yang memiliki nilai budaya sangat tinggi. Melalui Penyengat Heritage 2026, kami ingin mengajak masyarakat dan wisatawan untuk lebih mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya yang kita miliki,” ujar Hasan.


Menurutnya, festival ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui peningkatan kunjungan wisatawan.


“Ketika wisatawan datang, bukan hanya sektor pariwisata yang bergerak, tetapi juga UMKM, kuliner, transportasi, penginapan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Karena itu, festival budaya seperti ini memiliki efek yang sangat besar bagi perekonomian daerah,” katanya.


Penyengat Heritage 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya yang menghubungkan generasi masa kini dengan jejak kejayaan Kesultanan Riau-Lingga yang pernah berkembang di Pulau Penyengat.


Sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban Melayu, Pulau Penyengat menyimpan banyak peninggalan bersejarah, termasuk Masjid Sultan Riau yang ikonik, makam para raja dan ulama, serta berbagai situs budaya yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Melayu di Nusantara.


Hasan menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional.


“Penyengat memiliki daya tarik yang lengkap. Ada sejarah, budaya, religi, kuliner, dan kearifan lokal yang masih terjaga. Ini merupakan kekuatan besar yang harus terus kita promosikan bersama,” ungkapnya.


Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Penyengat Heritage 2026 juga diharapkan mampu memperkuat identitas Melayu serta menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.


Dengan semangat melestarikan sejarah dan memperkuat identitas budaya Melayu, festival ini diharapkan menjadi magnet wisata sekaligus momentum memperkenalkan Pulau Penyengat kepada dunia sebagai permata warisan budaya Kepulauan Riau yang kaya akan cerita, tradisi, dan pesona yang tak lekang oleh waktu. (Zuk)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *