Kemenag Tanjungpinang Tancap Gas: Kinerja Dievaluasi Ketat, WFH Diawasi, Sertifikasi Wakaf Dipercepat

Suasana rapat evaluasi dan penajaman program kerja, Kamis (16/4/2026). F-Kemenag TPI
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang menunjukkan langkah tegas dalam meningkatkan kinerja dengan menggelar rapat dinas strategis yang sarat evaluasi dan penajaman program kerja, Kamis (16/4/2026).
Digelar sejak pukul 09.00 WIB di aula kantor, rapat ini diikuti lengkap oleh jajaran pimpinan hingga unsur teknis, mulai dari Kasubbag TU, para kepala seksi, kepala KUA, kepala madrasah negeri, hingga tim keuangan dan pengawas lintas agama. Forum ini menjadi momentum konsolidasi menyeluruh di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.
Evaluasi kinerja Triwulan I 2026 menjadi fokus utama, mencakup capaian program, realisasi anggaran, hingga strategi percepatan pada Triwulan II. Sejumlah isu strategis ikut disorot, seperti percepatan sertifikasi tanah wakaf dan kesiapan pelaksanaan MTQ 2026.
Kasubbag Tata Usaha, Ali Busro, dalam arahannya menegaskan pentingnya kedisiplinan administrasi dan produktivitas kerja, termasuk dalam penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat.
“WFH itu tetap kerja, bukan bebas aktivitas. Kinerja harus tetap terukur dan maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan sejumlah agenda penting, seperti pelaksanaan E-Learning pada 30 April serta pengumpulan koper jemaah calon haji pada 20 April. Pelayanan publik, khususnya di KUA, diminta tetap berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Tanjungpinang, Erizal, menekankan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Ia secara khusus mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf melalui pendekatan proaktif.
“Jangan menunggu, tapi jemput bola. Inventarisasi dan bantu masyarakat menyelesaikan kendalanya,” ujarnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Erizal mengingatkan agar semangat kerja tidak ikut menurun. Ia juga menyoroti penguatan sektor pendidikan madrasah, pengawasan kegiatan asrama, serta sinergi antar jenjang pendidikan dalam menghadapi PPDB 2026.
Tak hanya itu, pembentukan tim Adiwiyata 2026 juga dipercepat sebagai bagian dari komitmen lingkungan berbasis ekoteologi. Transparansi anggaran pun ditegaskan menjadi prinsip utama.
“Gunakan anggaran secara bijak. Kurangi pengeluaran yang tidak prioritas dan maksimalkan yang ada. Transparansi itu wajib,” tegasnya.
Menutup rapat, Erizal mengajak seluruh jajaran memperkuat gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, Indah) sebagai wujud lingkungan kerja yang bersih, hijau, dan nyaman.
Rapat ini menjadi penegasan bahwa Kemenag Tanjungpinang tidak ingin berjalan biasa-biasa saja. Di tengah tekanan dan keterbatasan, seluruh jajaran didorong untuk bergerak lebih cepat, bekerja lebih efisien, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Zuk)

