BATAMBREAKING NEWS

Gelombang Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Batam. Polda Kepri Klaim Situasi Kondusif

Suasana demo di depan kantor DPRD Batam berjalan tertib dan kondusif, Rabu (10/6/2026). F-Ist

BATAM, (Kepriraya.com)— Gelombang Dmonstrasi Mahasiswa di Halaman Kantor DPRD Batam berlangsung tertib. Plosi Klaim Situasi Kondusif, Rabu (10/6/2026).

Staf Sekretariat DPRD Kota Batam, Afrizal, menyebut jajaran kepolisian bahkan telah melakukan patroli dan pemantauan objek vital pemerintahan, termasuk kawasan Kantor DPRD Batam.

Ia menilai karakter gerakan mahasiswa di Batam berbeda dengan daerah lain, sehingga situasi umumnya tetap terkendali.

“Kepolisian Kepulauan Riau berupaya melakukan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis dalam menghadapi unjuk rasa masyarakat,” kata Afrizal.

Ditengah konsolidasi intensif lintas organisasi mahasiswa, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau berupaya memastikan kondisi keamanan daerah strategis investasi itu tetap terjaga dan kondusif.

Wacana gelombang demonstrasi mahasiswa ini merupakan respons terhadap berbagai isu nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), melemahnya nilai tukar rupiah, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai kurang melibatkan partisipasi publik, menjadi isu-isu yang berpotensi memantik gerakan mahasiswa.

Wakil Ketua BEM Universitas Ibnu Sina, Adi, menegaskan bahwa setiap gerakan mahasiswa di Batam akan didasarkan pada kajian ilmiah dan kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar mengikuti isu di media sosial. Menurut Adi, isu kenaikan harga BBM paling sensitif karena berdampak langsung pada biaya transportasi dan kebutuhan pokok.

“Rakyat tidak boleh terus-menerus menanggung konsekuensi persoalan ekonomi negara,” kata Adi.

Senada dengan itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Riau, Adhanan Fadli, mengungkapkan konsolidasi internal terus dilakukan sembari memantau perkembangan isu nasional maupun daerah. Menurut Adhanan, isu lokal seperti dugaan kebocoran retribusi daerah juga menjadi perhatian mereka.

“Gerakan mahasiswa harus menjadi penghubung aspirasi masyarakat dengan pengambilan kebijakan,” ujar Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Batam, Alwi Djaelani.

Mantan Ketua BEM Universitas Riau Kepulauan, Muryadi Aguspriawan, memprediksi jika persoalan nasional tidak direspons pemerintah secara memadai, gelombang aksi mahasiswa berskala luas akan sulit terbendung.

Menyikapi perkembangan situasi, Kapolda Kepri Irjen (Pol) Asep Safrudin menegaskan jajaran kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda terus melakukan langkah antisipatif dan penguatan pengamanan guna memastikan stabilitas daerah.

Prioritas utama adalah mengamankan kawasan industri, pusat ekonomi, dan objek vital nasional.

“Masyarakat dan para investor tidak perlu khawatir,” tegas Asep Safrudin dalam press release yang diterbitkan oleh Bidang Humas Polda Kepri pada Rabu, 10 Juni 2026.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak terprovokasi isu-isu yang menimbulkan keresahan.

Meskipun Batam sejauh ini kondusif, karta Asep, konsolidasi mahasiswa di kawasan perbatasan ini masih berjalan.

“Stabilitas daerah yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia ini sangat sensitif terhadap gejolak unjuk rasa besar, sehingga pengamanan terhadap objek vital dan pusat ekonomi menjadi prioritas aparat keamanan,” ujar Asep. (*)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *