Kepala Kemenag Tanjungpinang Soroti Tantangan Moral, Guru PAI Diminta Jadi Teladan

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kota Tanjungpinang di Aula Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Selasa (18/8/2026). f-Ist
TANJUNGPINANG, (Kepriraya.com) — Tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan moral. Karena itu, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Erizal, saat bersilaturahmi bersama para guru PAI jenjang SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kota Tanjungpinang di Aula Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Selasa (18/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Erizal mengajak guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta memberikan keteladanan kepada peserta didik.
Menurutnya, sertifikasi guru bukan menjadi titik akhir dalam pengembangan profesionalisme. Sebaliknya, sertifikasi harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Guru itu bukan hanya menyampaikan materi. Ada tanggung jawab yang lebih besar, bagaimana kita mendidik dan memberikan contoh kepada anak-anak,” ujar Erizal.
Ia menilai, keteladanan menjadi salah satu kunci penting dalam pendidikan agama. Sikap, tutur kata dan perilaku seorang guru dapat menjadi contoh yang ditiru peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penguasaan materi pelajaran harus berjalan seiring dengan kemampuan berkomunikasi, mendidik, membimbing dan membangun karakter siswa.
“Kalau ada hal-hal yang ingin dipertanyakan, boleh langsung ditanyakan,” kata Erizal, sembari membuka ruang dialog kepada para guru PAI untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara Kemenag Kota Tanjungpinang dengan para guru PAI dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di sekolah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Tanjungpinang Ali Busro, Kasi Bimas Islam Fajri Mubarak, Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Zahid, Penyelenggara Katolik Antonius Januarius Retutola, Kepala MTsN Tanjungpinang Suriyati, para pengawas madrasah, Kepala KUA, Ketua MGMP PAI SMP Kota Tanjungpinang Indra Jaya, Sekretaris MGMP PAI SMP Kota Tanjungpinang Rika Afriyanti beserta jajaran pengurus, serta pegawai Kemenag Kota Tanjungpinang.
Hadir pula Ketua DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Tanjungpinang, Alwi Jamaluddin.
Hampir Semua Guru PAI Sudah Tersertifikasi
Ketua MGMP PAI SMP Kota Tanjungpinang, Indra Jaya, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan silaturahmi tersebut.
Menurutnya, pertemuan bersama jajaran Kemenag menjadi kesempatan penting bagi para guru untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, sekaligus menyampaikan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas di sekolah.
“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri. Mungkin baru kali ini kita dapat berkumpul seperti ini. Kami juga mohon maaf karena kepengurusan MGMP PAI Kota Tanjungpinang masih baru dan tidak semua pengurus dapat hadir,” ujarnya.
Indra juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kemenag Kota Tanjungpinang beserta para kepala seksi, penyelenggara dan pengawas yang selama ini memberikan pembinaan kepada guru PAI.
“Terima kasih banyak kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Kasi dan penyelenggara serta pengawas yang telah membimbing kami sebagai guru PAI Kota Tanjungpinang,” katanya.
Ia menyebut, saat ini hampir seluruh guru PAI di Kota Tanjungpinang telah tersertifikasi.
“Alhamdulillah, hampir semua guru PAI sudah tersertifikasi,” ujarnya.
Namun, Indra menyadari bahwa status sertifikasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Mudah-mudahan semakin hari semakin baik, semakin profesional,” harapnya.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara Kemenag, MGMP dan para guru PAI dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di Kota Tanjungpinang.

