BREAKING NEWSPOLITIKTANJUNGPINANG

Hoaks! Isu Nasaruddin Umar Mundur dari Menag Terbantahkan

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Ali Busro, Kamis, (27/8/2026) f-Ist

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) — Kabar yang menyebut Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya dipastikan tidak benar alias hoaks.

Kabar tersebut sempat beredar luas di media sosial dan sejumlah kanal media online hingga memunculkan spekulasi mengenai posisi Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Ali Busro, menegaskan informasi tersebut tidak perlu dipercaya sebelum dilakukan pengecekan melalui sumber resmi dan media kredibel.

Hal itu disampaikannya saat memberikan amanat pada apel pagi di halaman Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Kamis (27/8/2026).

Ali mengingatkan jajaran Kemenag maupun masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di ruang digital, khususnya yang berkaitan dengan pejabat publik dan institusi pemerintah.

“Kalau ada berita jangan terlalu cepat menanggapi bahwa itu benar. Coba dicari berita perbandingan lainnya,” ujar Ali.

Penegasan tersebut sejalan dengan klarifikasi resmi Kementerian Agama. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, sebelumnya telah membantah kabar mengenai pengunduran diri Nasaruddin Umar.

“Itu hoaks. Tidak benar Prof Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama,” tegas Thobib di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ali menilai, derasnya arus informasi di media sosial harus diimbangi dengan kecermatan dan sikap kritis. Kecepatan menerima informasi tidak boleh mengalahkan ketelitian dalam memastikan kebenarannya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak langsung membagikan informasi hanya karena judulnya menarik, viral, atau telah dibagikan banyak orang.

Menurutnya, informasi yang menyangkut pejabat negara maupun kebijakan pemerintah dapat dengan cepat membentuk persepsi publik. Jika informasi tersebut belum terverifikasi, penyebarannya justru berpotensi menimbulkan kebingungan dan spekulasi.

Karena itu, masyarakat diminta melakukan cek fakta dengan membaca informasi secara utuh, membandingkan pemberitaan dari sejumlah media kredibel, serta merujuk pada keterangan resmi dari lembaga atau pihak yang berwenang.

“Jangan terlalu cepat menanggapi bahwa berita itu benar. Kita harus cek dan mencari pembanding dari sumber lainnya,” pesan Ali.

Ia menekankan pentingnya budaya saring sebelum sharing di tengah pesatnya penyebaran informasi digital. Satu informasi yang belum terverifikasi dapat menyebar dalam hitungan menit dan menjangkau ribuan orang.

Kasus isu pengunduran diri Menteri Agama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa viral bukan berarti benar. Banyaknya orang yang membagikan sebuah informasi bukan jaminan bahwa informasi tersebut telah terverifikasi.

Faktanya, Nasaruddin Umar tidak mengundurkan diri dari jabatan Menteri Agama. Informasi yang menyebut sebaliknya merupakan hoaks dan telah dibantah secara resmi oleh Kementerian Agama.

Masyarakat pun diharapkan tidak ikut menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi palsu dengan selalu memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya. (r)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *