BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Lis Darmansyah: Dorong Manajemen Dakwah Lebih Kreatif dan Menyentuh Umat

yang hadir sekaligus membuka kegiatan Uji Kompetensi Mubaligh dan Mubaligah tingkat Kota Tanjungpinang, Jum’at (12/12 F-Panitia

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)- Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang hadir sekaligus membuka kegiatan Uji Kompetensi Mubaligh dan Mubaligah tingkat Kota Tanjungpinang, Jum’at (12/12), Lis menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas dakwah menjelang Ramadan 1447 H/2026 M.

Dalam sambutannya, Lis menyoroti kondisi rumah ibadah di Tanjungpinang yang secara fisik telah semakin megah, namun belum diiringi dengan meningkatnya jumlah jemaah. Hal ini, menurutnya, menjadi perhatian bersama sekaligus menjadi tantangan bagi para mubaligh dalam menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk memakmurkan masjid.

“Banyak rumah ibadah kita sudah bagus dan representatif, tetapi jemaahnya masih sedikit. Di sinilah peran mubaligh menjadi sangat penting. Dakwah harus lebih menyentuh, lebih menenangkan, dan mampu menarik kembali hati umat,” tegas Lis.

Ia menekankan perlunya inovasi dan kreativitas dalam penyampaian materi khutbah maupun ceramah. Menurutnya, umat membutuhkan ajakan yang relevan, ringan, dan mudah dipahami, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat yang menjadi dasar dakwah.

“Setiap Jumat, judul khutbah seharusnya berbeda. Jangan stagnan. Ilmu yang kita miliki tidak ada artinya jika tidak memberi kesan baik dan menggerakkan hati orang lain,” ujarnya.

Lis juga menyoroti pentingnya keteladanan sebagai faktor utama dalam keberhasilan dakwah. Ia menegaskan bahwa mubaligh bukan hanya penyampai pesan agama, tetapi juga figur yang dapat dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk apa kita terlihat baik di hadapan orang lain jika kebaikan itu belum ada dalam diri kita. Dakwah tidak hanya di mimbar, tetapi ditunjukkan melalui perilaku, tutur kata, dan akhlak yang mencerminkan nilai agama,” kata Lis.

Wali kota berharap melalui uji kompetensi ini lahir para pendakwah yang lebih profesional, berwawasan luas, serta memiliki kemampuan manajemen dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Ia juga mengajak para mubaligh untuk bersama-sama membina generasi muda agar kembali mencintai masjid dan kegiatan keagamaan.

“Kami butuh dukungan para mubaligh dan mubaligah. Bersama, kita ingin membangun generasi emas 2045 yang berakhlak kuat, berilmu, dan mencintai nilai-nilai agama,” tutupnya. (Zuk)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *