BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Senyum Ananda Fathia Bikin Haru, DWP Kemenag Tanjungpinang Datang Berbagi di Panti Nur Ar-Rahman

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang foto bersama di Panti Asuhan Nur Ar-Rahman, Jum’at, (6/3)

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) — Senyum manis Ananda Fathia merekah begitu rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang tiba di Panti Asuhan Nur Ar-Rahman, Kepulauan Riau, Jumat (Ramadan 1447 H). Senyum polos itu seolah menjadi simbol harapan bagi puluhan anak yang tumbuh jauh dari pelukan orang tua kandung mereka.

Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung Ketua DWP Kemenag Kota Tanjungpinang, Riesa Helmawati, bersama jajaran pengurus serta didampingi Kepala Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Erizal, disambut hangat oleh para anak panti. Lokasi panti berada di Jalan arah Uban Batu 14, tepat di depan Vihara Avalokitesvara Graha.

Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah yang penuh berkah, rombongan DWP datang membawa paket sembako, perlengkapan bayi, serta santunan bagi anak-anak panti.

Riesa Helmawati mengaku terharu melihat keceriaan anak-anak tersebut, terutama ketika melihat senyum Ananda Fathia yang begitu tulus menyambut mereka.

“Melihat senyum mereka, hati kita turut sedih karena mereka jauh dari orang tua aslinya. Tetapi kita juga bersyukur, karena Allah mempertemukan mereka dengan orang-orang yang menyayangi dan merawat mereka dengan penuh kasih,” ujar Riesa.

Ia juga menilai kondisi anak-anak di panti tersebut terawat dengan baik.

“Alhamdulillah kita lihat anak-anaknya sehat-sehat, pipinya tembem, badannya subur. Artinya mereka dirawat dengan penuh kasih sayang,” tambahnya.

Dalam kegiatan berbagi rezeki di bulan suci ini, Riesa menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari serta operasional panti.

“Alhamdulillah kami dari DWP Kemenag Kota Tanjungpinang bersama jajaran pengurus hadir langsung untuk berbagi rezeki. Semoga paket sembako, perlengkapan bayi, serta sedikit titipan rezeki yang kami berikan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan anak-anak maupun operasional panti,” jelasnya.

Ia juga menyadari bahwa mengelola panti asuhan bukanlah perkara mudah karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kami yakin roda kehidupan di panti asuhan tentu membutuhkan biaya operasional. Mudah-mudahan apa yang kami bawa hari ini walaupun tidak seberapa, dapat memberikan manfaat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Erizal, turut menyampaikan doa dan harapan bagi masa depan anak-anak panti.

“Kami berharap anak-anak yang ada di sini kelak tumbuh menjadi generasi yang memiliki masa depan terbaik. Semoga mereka selalu berbahagia selama berada di panti ini,” kata Erizal.

Ia juga menyampaikan doa khusus bagi para pengasuh yang telah mendedikasikan diri merawat anak-anak tersebut.

“Kita doakan para pengasuh diberikan kesehatan jasmani dan rohani, dimudahkan segala urusan, dimurahkan rezekinya, serta setiap amal kebajikan yang dilakukan menjadi pahala di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Erizal juga menyampaikan permohonan maaf jika kunjungan mereka memiliki kekurangan.

“Kami mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan dalam kunjungan ini. Bantuan yang kami bawa tidaklah banyak, namun semoga tetap bermanfaat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nur Ar-Rahman, Muhammad Ramli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian dari keluarga besar Kemenag Kota Tanjungpinang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang dan Ketua DWP beserta jajaran pengurus yang telah hadir serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan yatim piatu di panti ini. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda,” kata Ramli.

Ramli menjelaskan, saat ini terdapat 26 anak yang diasuh di panti tersebut, mulai dari bayi hingga usia sekolah.

“Yang paling kecil usianya 9 bulan. Ada juga anak usia 3 tahun, 3,5 tahun, 4 tahun hingga 8 tahun. Alhamdulillah semuanya sudah kami masukkan ke sekolah,” jelasnya.

Ramli menuturkan bahwa anak-anak yang tinggal di panti terdiri dari anak yatim, yatim piatu, serta anak dari keluarga duafa.

“Khusus anak dari keluarga duafa, mereka masih memiliki orang tua, tetapi orang tuanya sudah berpisah dan tidak mampu membiayai pendidikan mereka. Kami hadir untuk membantu mewujudkan mimpi dan cita-cita anak-anak tersebut,” ujarnya.

Menurut Ramli, seluruh aktivitas di panti dijalankan dengan prinsip keikhlasan.

“Berbuat kebaikan harus dari hati dan keikhlasan kepada Allah. Kita tidak perlu menghitung pahala, karena yang menilai pahala itu hanya Allah. Tugas kita hanya berbuat baik dengan ikhlas,” katanya.

Ia juga menegaskan tidak pernah membedakan anak-anak di panti.

“Di sini tidak ada perbedaan. Apa yang kami makan, itu juga yang dimakan anak-anak. Kami hidup bersama sebagai satu keluarga,” ungkapnya.

Ramli juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak yayasan belum pernah mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah.

“Bangunan ini berdiri di atas tanah wakaf. Asrama dan musala dibangun dari donasi para dermawan. Kami membangunnya sekitar dua tahun hingga akhirnya berdiri seperti sekarang,” jelasnya.

Ramli mengaku hanya berpegang pada keyakinan kepada Allah dalam menjalankan amanah tersebut.

“Kami hanya membuat proposal kepada Allah. Kuncinya jangan pernah meninggalkan salat malam atau tahajud. Di sepertiga malam kita adukan semua kepada Allah,” tutup Ramli. (y)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *