Meriah di Pulau Penyengat, Lomba Karaoke Idulfitri Perdana Jadi Ajang Silaturahmi dan Penguatan Budaya

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad ketika menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba . Minggu, (29/3/2026)
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Suasana Idulfitri di Pulau Penyengat tahun ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, lomba karaoke lagu-lagu hari raya digelar dan langsung disambut antusias oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura. Keduanya, didampingi istri masing-masing, hadir menyaksikan penampilan peserta sekaligus bersilaturahmi dengan warga dalam nuansa Lebaran yang hangat.
Sorak sorai penonton dan semangat para peserta mewarnai jalannya lomba. Penampilan demi penampilan menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam mengekspresikan bakat seni, sekaligus memeriahkan hari kemenangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Lomba ini kita selenggarakan sebagai sarana hiburan sekaligus untuk menjalin silaturahmi dalam memeriahkan Hari Raya Idulfitri,” ujar Ansar.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan lomba karaoke ini sebagai agenda rutin tahunan di Pulau Penyengat. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat sekaligus menjaga semangat kebersamaan.
“Ke depan, kita harapkan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin memperkuat kebersamaan dan menjadi wadah kreativitas masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Ansar juga memaparkan rencana pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat yang akan mulai dikerjakan tahun ini dan ditargetkan rampung dalam dua tahun.
Ia menjelaskan, pembangunan monumen tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah Bahasa Indonesia yang memiliki akar kuat dari Pulau Penyengat, sekaligus menjadi simbol pemersatu bangsa.
“Monumen Bahasa ini akan menjadi bukti bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki jejak sejarah dari Pulau Penyengat. Ini juga menjadi jembatan lintas generasi untuk terus mengingat dan merawat sejarah bahasa kita,” jelasnya.
Penyerahan trofi kepada para pemenang oleh Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap Pulau Penyengat tidak hanya dikenal sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu, tetapi juga semakin hidup dengan berbagai aktivitas seni dan budaya yang mampu menarik minat wisatawan. (

