Musrenbang Kepri 2026 Tekankan Sinkronisasi dan Arah Pembangunan Berkelanjutan

Sambutan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (6/4/2026). f-Ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (6/4/2026). Forum ini menjadi langkah strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang terintegrasi dan adaptif.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dan selaras antara pusat dan daerah.
“RKPD 2027 harus benar-benar menjadi panduan nyata pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tegas Ansar.
Ia memaparkan sejumlah fokus prioritas, mulai dari sektor pendidikan melalui perluasan beasiswa dan penguatan vokasi, hingga sektor kesehatan lewat peningkatan fasilitas serta program jaminan kesehatan. Di bidang ekonomi, Pemprov Kepri akan terus mendorong penguatan UMKM, subsidi bunga nol persen, serta dukungan bagi nelayan dan petani.
Sementara pada sektor infrastruktur, pemerintah berkomitmen meningkatkan konektivitas antarwilayah, penyediaan listrik desa melalui program “Kepri Terang”, hingga pemenuhan air bersih dan penataan kawasan permukiman.
Ansar juga menyoroti capaian pembangunan, di antaranya penurunan angka stunting menjadi 15 persen serta cakupan JKN yang telah mencapai 98,43 persen. Selain itu, pelestarian budaya tetap menjadi perhatian melalui revitalisasi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah Melayu.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan apresiasi atas kinerja Kepri yang dinilai impresif di tingkat nasional. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2025 mencapai 7,89 persen, dengan inflasi yang tetap terkendali.
Namun demikian, Bima mengingatkan tantangan global ke depan yang perlu diantisipasi, mulai dari dinamika geopolitik hingga potensi tekanan ekonomi dunia. Ia menekankan pentingnya konsistensi kebijakan, kemandirian ekonomi, serta kolaborasi lintas sektor.
“Kekompakan dan sinergi menjadi kunci untuk menjaga capaian dan menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Ia juga mendorong optimalisasi program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari penggerak ekonomi lokal.
Musrenbang ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu menyerap aspirasi serta melahirkan perencanaan pembangunan yang inovatif dan tepat sasaran.
Pada akhir kegiatan, Pemprov Kepri turut memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota atas capaian kinerja dalam Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan keuangan daerah yang baik. (*/Zuk)

