Kasus Penipuan Lowongan Kerja Meningkat, Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal Minta Polri Perkuat Respons Digita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar. Rizki Faisal. Jum’at, (12/12) F-Dok
LINGGA, (kepriraya.com)— Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Rizki Faisal, menyoroti maraknya kasus penipuan berkedok lowongan pekerjaan yang semakin meresahkan masyarakat. Penipuan ini umumnya menawarkan gaji besar dan proses cepat, sehingga banyak korban terjebak, terutama para pencari kerja dan orang tua yang berharap anaknya segera bekerja.
Rizki mengungkapkan bahwa laporan masyarakat yang masuk ke dirinya menunjukkan pola penipuan semakin beragam. Modusnya mulai dari rekrutmen online palsu, lowongan lewat pesan singkat, hingga situs karier yang memanfaatkan identitas perusahaan tertentu.
“Banyak warga mengaku tertipu tawaran kerja yang tidak jelas sumbernya. Polanya semakin beragam dan ini perlu perhatian serius,” tegas Rizki Faisal. Jum’at, (12/12)
Dorong Polri Perkuat Deteksi Dini dan Penyelidikan Digital
Sebagai mitra kerja Polri di Komisi III, Rizki meminta Kepolisian—khususnya jajaran Polda Kepri dan Polres di wilayah kepulauan—untuk meningkatkan kemampuan penanganan penipuan digital yang kini semakin kompleks.
Ia menekankan pentingnya:
Respons cepat terhadap laporan masyarakat
Penguatan penyelidikan digital forensik
Deteksi dini jaringan penipuan
Koordinasi lintas satuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku
Transparansi progres laporan agar masyarakat merasa terlindungi
“Kita perlu mitigasi lebih efektif terhadap jaringan penipuan online dan offline. Masyarakat harus merasakan bahwa setiap laporan benar-benar ditindaklanjuti,” jelasnya.
Apresiasi untuk Polri, Namun Pencegahan Harus Lebih Masif
Rizki menyampaikan apresiasi atas kinerja Kepolisian di Kepri yang dinilainya semakin baik, terlebih di tengah proses reformasi Polri yang berjalan positif. Namun ia menilai bahwa upaya edukasi publik harus diperluas karena sebagian besar kasus terjadi akibat minimnya informasi mengenai modus kejahatan baru yang terus berkembang.
“Kampanye aktif mengenai modus-modus penipuan online, tanda-tanda tawaran mencurigakan, hingga cara melapor yang benar perlu terus dilakukan. Masyarakat harus semakin terlindungi,” ujarnya.
Imbauan untuk Masyarakat Kepri
Di akhir penyampaiannya, Rizki mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya dengan tawaran kerja yang prosesnya tidak transparan atau meminta biaya administrasi.
“Segera laporkan jika menjadi korban. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang pelaku ditangkap,” tutupnya. (Jki)

