Gubernur Ansar Ahmad Tegaskan Pulau Penyengat Perkuat Identitas Budaya Melayu di Siaran Langsung Kompas TV

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. menjadi narasumber dalam program Jurnal Nusantara Kompas TV bertema “Pulau Penyengat Perkuat Identitas Budaya Melayu” Sabtu, (4/7) f-Ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. menjadi narasumber dalam program Jurnal Nusantara Kompas TV bertema “Pulau Penyengat Perkuat Identitas Budaya Melayu” yang disiarkan secara langsung dari kediamannya di Batu 7, Kota Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026).
Dalam wawancara tersebut, Gubernur Ansar memaparkan sejarah panjang Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat peradaban Melayu yang memiliki nilai historis, budaya, dan keagamaan yang sangat penting, tidak hanya bagi masyarakat Kepulauan Riau, tetapi juga bagi dunia Melayu secara luas.
Menurut Ansar, Pulau Penyengat merupakan warisan berharga yang menyimpan jejak kejayaan Kesultanan Riau-Lingga. Pulau ini juga dikenal sebagai tempat lahirnya berbagai karya sastra dan perkembangan Bahasa Melayu yang kemudian menjadi salah satu fondasi Bahasa Indonesia.
“Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata sejarah, tetapi simbol identitas budaya Melayu yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional,” ujarnya.
Ansar menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen melakukan penataan dan revitalisasi kawasan Pulau Penyengat. Berbagai program pembangunan dilakukan untuk menjaga kelestarian situs-situs bersejarah, memperbaiki infrastruktur pendukung, serta meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
Selain menjaga nilai sejarahnya, penataan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kepulauan Riau yang mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Melalui kesempatan itu, Ansar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya Melayu agar tetap lestari.
Menurutnya, pelestarian sejarah dan budaya merupakan tanggung jawab bersama demi memperkuat jati diri daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kepulauan Riau kepada dunia.
Program Jurnal Nusantara Kompas TV yang mengangkat tema Pulau Penyengat menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kawasan bersejarah tersebut sebagai ikon budaya Melayu yang terus dijaga dan dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (Zuk)

