Lima Pejabat Negara Dianugerahi Gelar Warga Kehormatan Korps Marinir di Lingga

Lima pejabat tinggi negara dianugerahi gelar Warga Kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut dalam sebuah upacara yang digelar di Pantai Todak, Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (5/8/2026). f-Ist
LINGGA, (kepriraya.com) – Lima pejabat tinggi negara dianugerahi gelar Warga Kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut dalam sebuah upacara yang digelar di Pantai Todak, Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (5/8/2026).
Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peninjauan Latihan Terintegrasi TNI 2026.
Lima penerima penghargaan tersebut yakni Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Prosesi penganugerahan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. Selain menyandang gelar Warga Kehormatan Korps Marinir, kelima pejabat tersebut juga menerima Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut, Brevet Kehormatan Intai Amfibi, serta Brevet Kehormatan Komando Korps Marinir.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dukungan dan kontribusi mereka dalam memperkuat kemampuan tempur, profesionalisme, serta pengembangan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Momentum tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pelaksanaan Latihan Terintegrasi TNI 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Lingga, sekaligus menunjukkan sinergi antarmatra dalam meningkatkan kesiapan pertahanan nasional.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan keyakinannya terhadap kesiapan TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, hasil latihan akan dilaporkan kepada Presiden Republik Indonesia selaku Panglima Tertinggi.
“TNI sudah mampu menjawab tantangan tugas dalam memelihara dan menjaga serta mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sjafrie.
Ia menegaskan, keberhasilan Latihan Terintegrasi TNI 2026 menjadi bukti nyata kesiapan TNI menghadapi berbagai tantangan pertahanan, baik dari sisi personel, alutsista, maupun sistem operasi gabungan yang semakin solid.
“Latihan terintegrasi ini membuktikan kepada Panglima Tertinggi bahwa Tentara Nasional Indonesia sudah siap sejak tahun 2026 untuk memikul beban tugas dalam rangka menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Penganugerahan gelar kehormatan tersebut menutup rangkaian peninjauan Latihan Terintegrasi TNI 2026 di Kabupaten Lingga. Diharapkan, kegiatan ini semakin memperkuat profesionalisme prajurit serta meningkatkan sinergi TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. (Jki)

