BATAMBREAKING NEWSPOLITIK

Merinding! Apel Gabungan Pemko-BP Batam: Satu Rumah, Satu Badan, Nol Ego Sektoral

Apel gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Dataran Engkuputri, Batamcenter, Rabu (2/9/2026) pagi.

BATAM, (kepriraya.com) – Ada pemandangan berbeda dalam apel gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Dataran Engkuputri, Batamcenter, Rabu (2/9/2026) pagi.

Ratusan hingga ribuan aparatur dari kedua institusi tampak berdiri dalam satu barisan. Mengenakan seragam putih hitam, mereka terlihat kompak mengikuti apel yang menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan antara Pemko Batam dan BP Batam.

Suasana apel bahkan menghadirkan kesan tersendiri. Ada rasa haru sekaligus merinding ketika melihat dua institusi yang selama ini memiliki kewenangan berbeda itu berdiri dalam satu barisan dan membawa semangat yang sama: Batam adalah satu rumah yang harus dijaga bersama.

Pesan yang tergambar jelas dari apel tersebut adalah bahwa Pemko Batam dan BP Batam bukanlah dua kekuatan yang harus berjalan sendiri-sendiri.

Keduanya merupakan bagian dari satu rumah besar yang sama, yakni Kota Batam.

Karena itu, tidak seharusnya ada ego sektoral. Tidak ada institusi yang merasa lebih hebat, lebih penting atau lebih tinggi dari yang lainnya.

Sebaliknya, seluruh jajaran harus melihat keberhasilan pembangunan Batam sebagai keberhasilan bersama.

Sinergi pun tidak cukup hanya dibangun melalui koordinasi di tingkat pimpinan. Semangat kebersamaan harus tumbuh hingga jajaran paling bawah.

Setiap aparatur, baik di lingkungan Pemko Batam maupun BP Batam, perlu memiliki rasa memiliki dan kepedulian yang sama terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Kota Batam.

Ibarat satu tubuh, ketika satu bagian merasakan sakit, maka bagian lainnya ikut merasakan.

Begitu pula dalam pemerintahan. Ketika salah satu institusi menghadapi persoalan, institusi lainnya seharusnya ikut membantu mencari solusi, bukan justru bersorak melihat kesulitan tersebut.

Apel gabungan ini menjadi simbol bahwa perbedaan kewenangan tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun Batam secara bersama-sama.

Satu rumah. Satu badan. Satu tujuan. Dan yang paling penting, nol ego sektoral.

Sebab, Batam tidak akan tumbuh kuat jika dibangun dengan berjalan sendiri-sendiri. Batam akan jauh lebih kuat ketika seluruh unsur pemerintahan bergerak dalam satu irama demi kepentingan masyarakat. (ski)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *