BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

September Makin Meriah! Tujuh Event Besar Bakal Ramaikan Kepri, dari Festival Budaya hingga Batam 10K

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Jangan lewatkan September 2026! Kepulauan Riau (Kepri) bakal disuguhkan beragam event menarik yang tersebar di Bintan, Batam, dan Tanjungpinang.

Sedikitnya tujuh agenda unggulan telah disiapkan untuk memeriahkan bulan ini. Dari kenduri budaya, festival moon cake, bazar kuliner, Gebyar Melayu Pesisir, lomba lari 10K, pawai lampion hingga gerakan wisata bersih, semuanya menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan.

Rangkaian kegiatan tersebut masuk dalam Kepri Events Calendar September 2026 yang disusun Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.

Bukan sekadar hiburan, deretan event ini juga menjadi strategi untuk memperkuat daya tarik destinasi, mengangkat budaya lokal, mendorong sport tourism hingga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Kenduri Budaya Buka Semarak September

Rangkaian event dimulai dengan Kenduri Budaya Bintan pada 2–5 September 2026 di Kijang, Bintan.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan ekspresi budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Bintan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kepri.

Usai Bintan, kemeriahan bergeser ke Batam dan Tanjungpinang.

Festival Moon Cake akan berlangsung pada 11–24 September 2026 di K-Square Mall, Batam. Festival ini menghadirkan nuansa budaya dan kuliner yang dapat menjadi pilihan rekreasi masyarakat maupun wisatawan.

Di waktu yang sama, Festival Bazar Moon Cake juga hadir di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, pada 11–24 September.

Tak hanya menawarkan suasana festival, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka.

Gebyar Melayu Pesisir hingga Batam 10K

Batam kembali menjadi pusat perhatian pada 14–20 September melalui Gebyar Melayu Pesisir (GMP).

Mengusung semangat budaya Melayu pesisir, GMP menjadi panggung untuk memperkenalkan identitas budaya Kepri kepada masyarakat luas sekaligus memperkaya pengalaman wisata di Batam.

Bagi penggemar olahraga, Batam 10K Run pada 20 September 2026 juga menjadi agenda yang tak kalah menarik.

Event lari tersebut semakin memperkuat potensi Batam dalam pengembangan sport tourism. Peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati suasana Kota Batam yang dinamis.

Tanjungpinang Bersiap Dihiasi Ribuan Cahaya Lampion

Pada 24 September, suasana Tanjungpinang bakal semakin semarak melalui Pawai Lampion dan Perayaan Festival Mooncake.

Perpaduan budaya, kreativitas, hiburan dan suasana malam Kota Tanjungpinang diharapkan mampu menjadi magnet bagi masyarakat maupun wisatawan.

Rangkaian event kemudian ditutup dengan Gerakan Wisata Bersih (GWB) Sempena Hari Pariwisata Sedunia pada 27 September 2026.

Kegiatan ini membawa pesan bahwa pariwisata bukan hanya tentang mendatangkan wisatawan, tetapi juga memastikan destinasi tetap bersih, nyaman dan berkelanjutan.

Dispar Kepri: Event Harus Berdampak ke Masyarakat

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, mengatakan keberagaman agenda September menunjukkan besarnya potensi atraksi wisata yang dimiliki Kepri.

“Rangkaian event September ini menunjukkan bahwa Kepri memiliki kekayaan atraksi yang sangat beragam. Ada budaya, festival, kuliner, olahraga, hiburan, hingga gerakan menjaga kebersihan destinasi,” ujar Hasan.

Menurutnya, seluruh event tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.

Wisatawan, kata Hasan, kini tidak hanya mencari keindahan alam. Mereka juga membutuhkan pengalaman yang bisa dikenang, mulai dari menikmati budaya, festival dan kuliner hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.

“Pariwisata Kepri harus terus bergerak, kreatif, dan memberikan pengalaman yang berkesan. Karena itu, kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting agar setiap event tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap destinasi dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Rangkaian event tersebut juga memperlihatkan karakter berbeda dari tiga wilayah utama.

Bintan menawarkan kekuatan budaya dan pesisir. Batam tampil dengan karakter metropolitan serta potensi sport tourism. Sementara Tanjungpinang mengandalkan kekayaan sejarah, budaya dan atmosfer kota lama.

Ketiganya dapat dirangkai menjadi pilihan perjalanan wisata yang saling melengkapi.

Dengan tujuh event yang tersebar sepanjang September, Kepri bukan hanya menawarkan destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang bisa dirasakan.

(r)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *